Selasa, 24 Oktober 2017

[RIP] 1 Anggota Brimob Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

Di TembagapuraIlustrasi

Anggota Brimob Detasemen B Timika, Briptu Berry Pramana Putra, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Pelaku penembakan merupakan KKB Pimpinan Sabinus Waker.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, anggota Brimob Den B Timika awalnya sedang mengejar kelompok pimpinan Sabinus Waker, Minggu (22/10/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat pengejaran itu, terjadi kontak tembak dengan kelompok Sabinus Waker di daerah Jembatan Utikini Tembagapura, Mimika.

Polda Papua-Polres Mimika, pada hari minggu tanggal 22 Oktober 2017 sekitar Pukul 16.00 WIT, telah terjadi penembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Pimpinan Sabinus Waker di daerah Jembatan Utikini Tembagapura terhadap anggota Brimob Den B Timika.

"Dari Kontak senjata tersebut satu anggota Brimob Den B Timika atas nama Briptu Berry Pramana Putra mengalami luka tembak dan meninggal di TKP (tempat kejadian perkara)" kata Kamal dalam keterangannya.

Saat ini, lanjut Kamal, tim bantuan sedang mengevakuasi Briptu Berry dari TKP menuju Rumah Sakit PT Freeport Tembagapura. Sementara kelompok pelaku sedang dikejar. (idh/dnu)

 4 Anggota Brimob Ditembak saat Evakuasi Jenazah Briptu Berry 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengakui, empat anggota Brimob tertembak saat mengevakuasi jenazah Briptu Berry di kampung Banti 1, Tembagapura, Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIT.

"Kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan penembakan saat anggota Brimob sedang mengevakuasi jenazah Briptu Berry," kata Kombes Kamal, Senin (23/10/2017).

Ia mengatakan, keempat anggota Brimob dari Detasemen B Timika yang tertembak yaitu Ipda Giay terkena di tangan kiri, Bripda Hence di kaki kiri, Bripda Mario di telapak tangan kiri dan Aipda Mustari paha kiri.

Saat ini anggota sudah mendapat perawatan di RS Freeport di Tembagapura dan kondisinya stabil. Pelaku penembakan masih kelompok yang sama yakni KKB pimpinan Sabinus Waker.

Sebelumnya, Sabtu (21/10/2017) KKB menembak iring-iringan kendaraan PT Freeport, sekitar pukul 08.10 WIT di mile 67,5 Tembagapura.

Kendaraan yang diserang adalah kendaraan yang dikemudikan Muhamad Jamil dengan nomor lambung 01 4755 dan kendaraan dengan nomor lambung 01 5504 yang dikemudikan Joe Hacth berkebangsaan Amerika. Mobil tersebut terkena tembakan di bagian kiri.

Tembakan tersebut menyebabkan sopir kendaraan dengan nomor lambung 01 4755 mengalami luka akibat terkena serpihan.

Sabtu siang (21/10/2017), dua anggota brimob tertembak yakni Brigpol Mufadol dan Barada Alwin. Kemudian Minggu (22/10/2017) Brigpol Berry Pratama tewas tertembak.

Satu anggota Brimob yang tertembak di bagian perut dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di area Tembagapura, Mimima, Papua, Sabtu (21/10/2017), akan dievakuasi ke Jakarta Senin siang untuk mendapat perawatan intensif di RS Polri Kramatjati.

"Anggota Brimob atas nama Bharada Alwin terkena tembakan di bagian perut serta serpihan peluru mengenai lambung dan kantung kemih baru akan diterbangkan ke Jakarta siang ini ke Jakarta," kata Kapolres Mimika AKBP Viktor Makbon di Timika, Senin (23/10/2017).

Viktor mengatakan, kedua anggota Brimob yang mengalami luka tembak yaitu Brigpol Mudafol yang terkena di bagian kaki dan Bharada Alwin terkena di bagian perut serta serpihan peluru mengenai lambung dan kandung kemih.

Sejak Sabtu (21/10), mereka dirawat di Rumah Sakit Tembagapura."Brigpol Mudafol yang terkena di bagian kaki sementara ini masih dirawat di RS Tembagapura," ujarnya.

Sedangkan jenazah Briptu Berry Pratama, anggota Brimob Polda Papua yang tewas dalam pengejaran kelompok bersenjata di Tembagapura, juga akan diterbangkan ke Bengkulu melalui Jakarta. Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya.

Sebelumnya, dua anggota Brimob dari Detasemen B Mimika mengalami luka tembak saat baku tembak dengan KKB di kawasan gunung Sangker, Utikini, Tembagapura, Sabtu (21/10/2017).

Mereka tertembak ketika melakukan pengejaran pascapenembakan kendaraan patroli keamanan internal PT Freeport Indonesia di area mile 67.

Aksi penembakan yang terjadi Sabtu (21/10) menyebabkan dua kendaraan PT Freeport yang dikemudikan Muhamad Jamil dan Joe Hacth berkebangsaan Amerika Serikat terkena tembakan di bagian sebelah kiri.

Tembakan tersebut mengakibatkan sopir kendaraan luka akibat terkena serpihan kaca. Kedua kendaraan tersebut ditembak KKB saat hendak menjemput anggota Brimob yang akan melakukan patroli.(*)

   detik | Tribunnews  

Serunya Laga F-16 Fighting Falcon TNI AU Kontra F/A-18 Hornet RAAF Australia

Elang Ausindo 2017 https://dl.kaskus.id/nnimgt-a.akamaihd.net/transform/v1/crop/frm/39XqhrgY6riNnQBs6VEtc8R/1d9391d1-dc9b-483c-80df-4a7bc518d524.jpg/r0_184_3600_2216_w1200_h678_fmax.jpg[Defense media] ☆

TNI AU terus mengasah taji-taji dan menjalin persahabatan dengan Angkatan Udara regional. TNI AU telah mengirimkan F-16C Fighting Falcon Block 52ID dari Skadron Udara 3 yang bermarkas di Iswahyudi Madiun ke Australia untuk mengikuti latihan Elang Ausindo (Australia-Indonesia) 2017 yang diselenggarakan pada 16-27 Oktober 2017. F-16 tersebut didukung oleh C-130H Hercules yang mengangkut suku cadang dan awak pemeliharaan.

AU Australia (RAAF - Royal Australian Air Force) sendiri dalam latihan kali ini menurunkan No. 75 Squadron (Sqn) yang dilengkapi dengan F/A-18A Hornet. Latihan kedua negara diselenggarakan di pangkalan RAAF Darwin. Karena tempat pelaksanaannya yang berbeda dengan markas skadron, maka untuk sementara F/A-18A tersebut digeser dari pangkalan RAAF Tindal yang merupakan home base dari No. 72 Sqn.

Latihan Elang Ausindo yang sudah diselenggarakan secara rutin bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar kedua negara sekaligus meningkatkan kemampuan pertempuran udara atau ACM (Air Combat Maneuvering) yang dilakukan di atas lautan maupun di atas daratan di wilayah Northern Territory. Kontingen TNI AU sendiri terhitung sangat banyak, mencapai 7 pesawat tempur F-16.

Sebagai lawan, RAAF menurunkan 8 F/A-18A Hornet, menang sedikit dari segi jumlah tetapi wajar, karena TNI AU sebagai pihak yang berkunjung. Komandan No.75 Sqn Cdr. Michael Grant dalam sambutannya menyatakan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Australia, baik dalam level organisasi maupun secara individu, sehingga jika kelak harus ada operasi yang dilakukan Bersama maka fundamentalnya telah siap.

[LATIHAN] ELANG AUSINDO 2017 TNI-AU kirimkan F-16Yang kedua tentu saja ada pada level taktis, dimana kedua Angkatan Udara akan berlatih bersama, mengkoordinasikan misi dan berbagi taktis untuk membuat kemampuan kedua angkatan udara meningkat. Skenario latihan akan dimulai dengan manuver tempur dasar, dimana satu F-16 akan berlaga melawan satu F/A-18, lalu kemudian akan ditingkatkan jadi satu F/A-18 melawan dua F-16, atau sebaliknya untuk menantang kemampuan pilot individu dalam Elang Ausindo 2017.

Tiap hari akan dilakukan dua sorti, satu pada pagi hari, dan satu lagi selepas siang hari. Sorti pertama lepas landas pukul 10-10.30 waktu setempat dan dogfight akan berlangsung selama 60-90 menit untuk menu latihan 3 skenario yaitu 1 lawan 1, 1 lawan 2, atau 2 lawan satu untuk kemudian kembali ke Darwin untuk perawatan, untuk kemudian lepas landas lagi pada pukul 2-2.30 waktu setempat.

Latihan akan dipuncaki dengan skenario 1 flight yang terdiri dari 4 pesawat tempur akan berhadapan dengan musuh yang tidak jelas jumlahnya, lawan yang sudah disimulasikan jatuh dapat dihidupkan lagi. 2 F-16 bisa berpasangan dengan 2 F/A-18 dan berhadapan dengan lawan, atau sebaliknya sehingga situasinya lebih realistis.

Cdr. Grant selaku Danskad merasa kagum dengan sikap profesional para elang-elang muda TNI AU, dan latihan berlangsung dengan sangat lancar dan melebihi segala ekspektasi, termasuk penguasaan ilmu terbang dan juga kemampuan eksekusi taktis pilot-pilot TNI AU. (Aryo Nugroho)

  TSM  

Senin, 23 Oktober 2017

Tank Tanpa Awak Dirilis di Surabaya

Generasi kedua produksi CV. BDL Technology https://lancercell.files.wordpress.com/2017/10/war-v2-autonomous-military-tactical-vehicle-cv-bdl-technology-istimewa.jpg?w=1024&h=567&crop=1 WAR-V2 Autonomous Military Tactical Vehicle CV. BDL Technology. (Istimewa) ☆

Perang konvensional di masa mendatang tampaknya memang sulit terjadi seperti perang-perang sebelumnya yang pernah melanda dunia. Pasalnya, perang konvensional (perang fisik) terlalu banyak risiko dan hukum internasional juga sudah sedemikian ketatnya.

Di era teknologi, perang tampaknya mulai beralih pada penggunaan teknologi-teknologi canggih yang lebih efisien dan efektif. Sejumlah negara maju bahkan telah aktif mengoperasikan alat perang berupa pesawat tanpa awak untuk mendeteksi dan menyerang musuh. Pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh ini terbilang cukup efektif dioperasikan dalam medan pertempuran.

Ambil contoh misalnya perang di Afghanistan. Pasukan AS secara reguler telah menggunakan drone untuk mendeteksi dan menyerang militan Taliban di sejumlah daerah. Beberapa waktu lalu, Taliban harus menembak jatuh drone tentara AS yang berkeliaran di langit Afghanistan. Drone ini diketahui telah menyerang dan membunuh markas dan anggota Taliban sebelum akhirnya ditembak jatuh di Kunduz.

Contoh lain, Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) baru-baru ini membeli sedikitnya 4 unit drone Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk dari Amerika Serikat untuk keperluan pengintaian di perbatasan Korea Utara menyusul sikap agresifitas Pyongyang akhir-akhir ini.

Drone Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk pesawat tempur canggih yang dibangun militer AS untuk misi pengintaian. Drone ini dilengkapi dengan serangkaian rudal untuk menghancurkan artileri, rudal balistik dan bunker serta pasukan khusus dan taktis.

Pertama kali diterbangkan pada tahun 1998, Global Hawk yang kemudian eksperimental dilengkapi dengan perkumpulan alat pengintai. Ini termasuk elektro-optik, kamera termografi, prosesor gambar, tiga sistem radar yang berbeda, bayangan inframerah, radar cuaca dan perangkat lainnya. Ini juga merupakan pesawat tanpa pilot pertama yang melintasi Samudra Pasifik, yang terjadi pada tahun 2001.

AS juga diketahui telah menggunakan Global Hawks di Irak dan Afghanistan, serta dalam operasi pencarian dan penyelamatan menyusul bencana seperti gempa dan tsunami Tohoku 2011 di Jepang dan topan Haiyan 2013 di Filipina.

Di Indonesia, drone tentu bukan barang baru lagi. Dan kini, CV. BDL Technology bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidik Tinggi dan Wakil Gubernur Jawa Timur merilis tank tanpa awak generasi kedua (Autonomous Military Tactical Vehicle-WAR-V2). Berdasarkan informasi, tank tanpa awak ini dirilis dalam sebuah acara bertajuk grand launching WAR-V2-Autonomous Military Tactical Vehicle di Exhbistion Hall, Grand City, Surabaya, 19-22 Oktober 2017.

“BDLtech bekerjasama dengan Kemenristekdikti sebagai pengusaha muda/pengusaha pemula khusus bidang HanKam, WAR-V1 menjadi produk perdana BDL yang akan ditindaklanjuti dan diakomodir untuk diproduksi serta diterjunkan ke pasar,” kata CV. BDL Technology dalam sebuah pernyataan seperti dikutip redaksi, Minggu (22/ 10).

BDLtech merupakan rintisan perusahaan yang bergerak di bidang keteknikan (kelistrikan, elektronika, instrumentasi, mekanik, dan otomasi). BDLtech akan mencakup bidang usaha riset teknologi dengan sasaran lingkup Pendidikan dan Hankam (Pertahanan dan Keamanan).

  Nusantara news  

Lahan Properti Reklamasi Disarankan Untuk Pangkalan Militer TNI

http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/pulau-hasil-reklamasi-di-teluk-jakarta_20170222_180904.jpgLahan Properti Reklamasi ☆

Polemik reklamasi Pantai Utara Jakarta belum juga selesai. Baik dari pemerintah pusat dan daerah belum satu suara.

Direktur Eksekutif GEMITRA (Gerakan Manifestasi Rakyat) Sabam Pakpahan mengusulkan agar proyek raksasa ini disita negara.

Selanjutnya demi menjaga ekologi pantai maka sebaiknya pulau yang sudah terlanjur di reklamasi diserahkan ke TNI.

Lebih tepat kiranya reklamasi yang sudah terlanjur ditimbun tersebut dibangun pangkalan militer angkatan laut,” ujar Sabam, Sabtu (21/10/2017).

Sabam yakin pengusaha akan setuju jika investasinya di proyek properti reklamasi diserahkan kepada sektor pertahanan dan keamanan.

Karena keuntungan yang dihasilkan menurut Sabam bisa lebih besar dibandingkan properti.

Saya yakin mereka (pengembang) akan iklas. Para pengambang itu juga sudah kaya raya sehingga sekali-kali pasti mau berbakti untuk kepentingan bangsa,” ungkap Sabam.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan belum ingin membahas lanjutan proyek reklamasi.

Sementara pemerintah pusat melalui Menko Maritim Luhut Panjaitan sudah memberikan lampu hijau melanjutkan proyek reklamasi.

Tinggal sekarang ini bagaiamana pulau yang terlanjur direklamasi bisa digunakan untuk kepentingan bangsa yang lebih besar,” kata Sabam.

  Tribunnews  

Minggu, 22 Oktober 2017

Panglima TNI Ditolak Masuk AS

Jelang Konferensi Tentara Asia PasifikTNI hingga saat ini belum menerima penjelasan resmi terkait penolakan keberangkatan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk Amerika Serikat ketika hendak memenuhi undangan konferensi angkatan bersenjata se Asia Pasifik. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto.

"Pertemuan angkatan bersenjata se-Asia Pasifik, ada sekitar 78 perwakilan," kata Wuryanto saat menggelar konferensi pers di kantor Panglima TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (22/10).

Gatot rencananya akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang dilaksanakan pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.

Wuryanto mengatakan, Gatot menerima undangan itu secara resmi yang dikirim oleh Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Durford, Jr. Setelah menerima surat itu, Gatot membalas surat tersebut dan mengkonfimasi kehadirannya sebagai bentuk penghargaan dan perhatian.

"Jenderal Gatot Nurmantyo diundang ke sana atas nama Panglima TNI, beliau utusan pemerintah RI," kata Wuryanto.

Selain atas undangan Pangab AS, Wuryanto menambahkan, kepergian Gatot ke Amerika juga didasari hubungan baik kedua negara serta hubungan baik antara Pangab AS dan Panglima TNI.

Panglima TNI mengirim surat balasan tersebut, karena menghormati Jenderal Joseph F. Durford, Jr. yang merupakan sahabat sekaligus senior Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,” kata Wuryanto.

Atas kejadian itu, kata Wuryanto, Gatot tidak akan pergi ke Amerika Serikat sebelum ada penjelasan resmi dari pemerintah setempat atas insiden penolakan dirinya masuk ke negeri Paman Sam.

"Oleh sebab itu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi memutuskan tidak akan menghadiri undangan Pangab Amerika Serikat sampai ada penjelesan resmi dari pihak Amerika,” kata Wuryanto. (pmg)

 AS Belum Respons TNI 

Tentara Nasional Indonesia menyatakan hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penolakan keberangkatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan rombongan delegasi untuk memasuki wilayah AS.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Wuryanto, menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat resmi guna meminta penjelasan tersebut, yang ditujukan ke pemerintah AS dan khususnya Panglima Angkatan Bersenjata AS.

"Sampai saat ini belum ada balasan maupun penjelasan resmi dari Panglima AS. Kami sedang minta penjelasan, kenapa? Sebabnya apa?" ujar Wuryanto saat konferensi pers, Minggu (22/10).

Wuryanto memastikan, belum ada komunikasi lanjutan antara Panglima TNI Gatot dengan pemerintah maupun Panglima Angkatan Bersenjata AS, setelah penolakan ini.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, pemerintah Indonesia juga telah mengirimkan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi kepada pemerintah AS. Sayang, hingga saat ini belum ada balasan tersebut.

Kendati begitu, Wuryanto memastikan hubungan antara pemerintah Indonesia dengan AS baik-baik saja, begitu pula dengan hubungan pribadi antara Panglima TNI Gatot dengan Panglima Angkatan Bersenjata AS.

"Hubungan pribadi antar Panglima TNI dan Panglima Bersenjata AS itu sangat baik, tapi sampai saat ini belum ada penjelasan," imbuhnya.

Wuryanto memastikan penolakan itu tak dilandasi pada kurangnya kelengkapan administrasi dari delegasi Indonesia yang dipimpin Gatot.

Seluruh persoalan adminstrasi, mulai dari visa sampai restu dari Presiden Joko Widodo telah dikantongi Gatot. "Jadi, beliau adalah utusan dari pemerintah Republik Indonesia. Jadi, keberangkaan ke sana atas perintah Presiden," jelasnya.

Sebelumnya, pihak maskapai penerbangan Emirates EK 0357 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng menolak keberangkatan Gatot ke Negeri Paman Sam. Namun, tak diberikan keterangan jelas terkait penolakan itu.

Padahal, Gatot bersama istrinya dijadwalkan pergi ke AS demi memenuhi undangan dari Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Durford, Jr. untuk menghadiri acara konferensi bernama Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations (VEOs) di Washington pada 23-24 Oktober mendatang. (gil)


   CNN  

Sabtu, 21 Oktober 2017

MEF II Telah Mencapai 50,9%

Akhir Bulan Ini TNI AL Akan Terima Kapal Perang Perusak Kawal Rudal

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan dalam tiga tahun pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) telah memenuhi 50,9 persen standar minimum pengadaan atau Minimum Essential Force (MEF) Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista). Pengadaan tersebut merupakan program yang masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) MEF tahap II (2015-2019).

Hingga 2017, MEF diproyeksikan 50,9 persen. Beberapa alutsista terbaru TNI seperti tank Leopard, kapal latih Dewaruci, dan finalisasi pembelian Sukhoi. Ini sudah final, tahun ini akan ditanda-tangani,” kata Ryamizard di Jakarta, Jumat (20/10).

Ia menjelaskan pada tahun 2015 MEF II mencapai 33,9 persen. Kemudian naik menjadi 42,3 persen pada 2016. Tahun 2017 sudah mencapai 50,9 persen.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK tidak hanya memenuhi MEF II dari barang impor. Jokowi-JK lebih memprioritas produk dari industri dalam negeri. Pada tahun 2014, kontribusi industri dalam negeri dalam pemenuhan MEF sebesar 28,10 persen. Kemudian naik menjadi 36,44 persen pada 2015. Kontribusi terus meningkat pada tahun 2016 yang mencapai 44,66 persen.

Menurutnya, ada sejumlah industri pertahanan yang telah dikembangkan. Di antaranya pembuatan tank jenis medium oleh PT Pindad dan pembuatan Kapal Selam oleh PT PAL.

Tahun 2015, dilakukan desain tank isi 24 orang. Tahun 2016 telah masuk fabrikasi untuk desain 19 orang. Adapun di tahun 2017 ini, purwarupa tank telah selesai.

Sementara untuk pembuatan kapal selam, tahun 2015 melakukan kegiatan “letak luas”. Tahun 2016 telah memasuki produksi lambung untuk ukuran 206 orang OJT. Adapun program tahun 2017 ini adalah “KRI Nagapasa Selesai”.

Telah ada sejumlah industri strategsi untuk dikembangkan. Pertama, medium tank dan kedua kapal selam. Pertama dan kedua telah selesai,” tutup Ryamizard.

   Berita Satu  

[Video] Latma Garuda Shield 2017 TNI AD-US Army

Liputan NETtv


   Youtube  

Russia Contunues Negotiating with Indonesia for the Supply of Amphibious APCs

The BT-3F with gross combat weight 18.5 tons [Tractor Plants]

RIA Novosti. Russia is negotiating with Indonesia for the delivery of amphibious armored personnel carriers (BTR) BT-3F, Deputy Director General of Rosoboronexport (RoE), who heads the ROE delegation at this arms salon, Sergei Goreslavsky, told reporters on Tuesday at the BIDEC-2017 exhibition.

"The negotiations on this subject are underway, the command of the Armed Forces gives exceptional importance to two-armored vehicles," he said, responding to a journalist's question.

Goreslavsky noted that initially the Indonesian side raised the issue of doubling its fleet of fleet infantry fighting vehicles by Russian BMP-3F.

Earlier in some media, information was published, according to which Indonesia intends to abandon the purchase of amphibious Ukrainian production BTR-4 in favor of a new Russian armored vehicle BT-3F.

It was assumed that the negotiations will be held during the visit of the Indonesian delegation to the international military-technical forum "Army-2017".

According to these publications, Indonesia's Marines, testing the BTR-4 floating wheeled vehicles, concluded that the Ukrainian armored car was excessively "buried" in the water while overcoming water obstacles at full speed.

BT-3F developed by the enterprise "Kurganmashzavod" was first introduced at the forum "Army-2016". He can move on water and despatch from transport aircraft. The crew of the BT-3F is three men, with the armored personnel carrier taking on board up to 14 paratroopers.

On the roof of the combat vehicle is a remotely controlled combat module with a 7.62 mm machine gun with a thermal imaging sight and a laser range finder. A diesel engine with a capacity of 500 horsepower allows onshore to develop a speed of up to 70 kilometers per hour, and afloat - up to 10 kilometers per hour.

   RIA Novosti  

Jumat, 20 Oktober 2017

PT Pindad Jajaki Kerjasama Fasilitas MRO dengan Qatar

Panser Anoa [Pindad]

PT Pindad (Persero) tengah menjajaki kerjasama dan penjualan baru produk militer. Belum lama ini perusahaan pelat merah tersebut telah merampungkan transaksi alutsista di sejumlah negara ASEAN.

Direktur Utama Pindad Abraham Moses mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kembali penjualan ke militer Laos, saat perdana menteri negara tersebut mengunjungi Indonesia. “Selain dengan Laos, juga ada Arab Saudi, rencananya produk yang ditawarkan bom dan misil,” ungkapnya di sela acara Indonesia International Cyber Security Leaders, Selasa (17/10).

Lanjut Abraham, selain itu, perusahaan juga menjajaki kerjasama dengan pemerintah Qatar untuk pendirian fasilitas Maintenance, Repair & Operation (MRO). “Kami masih tunggu lampu hijau dari pemerintah (Indonesia), setelahnya segera follow up,” ujar Abraham.

Kerjasama direncanakan dalam bentuk joint marketing & operation, di mana Pindad akan mengirimkan sumber daya teknisinya. “Kebetulan panser dan tank mereka sejenis dengan punya kita (Indonesia),” terang Abraham. Fasilitas MRO tersebut juga dapat menjadi bisnis after sales Pindad.

Pindad tengah getol mengoptimalkan anak usahanya yang bergerak di bidang perdagangan dan ekspor. Baru-baru ini perseroan telah mendirikan PT Pindad Global Source of Trading yang menjual dan mengageni produk-produk Pindad. “Kami juga punya PT Pindad Logistic Prepare untuk jasa pengangkutan, dan kami punya area penyimpanan yakni Pindad Logistic,” urai Abraham.

Bisnis jasa pengangkutan tersebut tidak hanya dikhususkan bagi grup Pindad, namun bisa digunakan pelanggan di luar perseroan. “Lahan di Bandung 60 hektare bisa dioptimalkan. Di sana kami punya tempat penyimpanan, semacam kawasan industrial berikat,” sebut Abraham. Area penyimpanan tersebut tak ubahnya sebuah dry port yang punya akses distribusi lebih efisien.

  ⚓️ Kontan  

Satu Flight F-16 Fihgting Falcon Ikuti Latma Ausindo

⚓️ Menuju Darwin Satu flight pesawat tempur F-16 Fihgting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, beberapa waktu lalu berangkat menuju Darwin, Australia, guna melaksanakan latihan bersama dengan Angkatan Udara Australia.

Latihan Bersama (Latma) dengan sandi "AUSINDO" tersebut merupakan latihan perang antara TNI Angkatan Udara Indonesia dengan Angkatan Udara Australia yaitu Royal Australian Air Force (RAAF).

Keberangakatan Satu flight pesawat F-16 Fighting Falcon dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Yoga Ambara, dilepas oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Wastum, beserta segenap pejabat Lanud Iswahjudi.

Latma "AUSINDO 2017" akan digelar dari tanggal 17 Oktober hingga tanggal 28 Oktober 2017, dalam latihan tersebut Lanud Iswahjudi mengerahkan 7 pesawat tampur F-16 Fihgting Falcon, 77 teknisi dan didukung dengan dua pesawat C-130 Hercules.

  ⚓️ TNI  

Sri Mulyani Tegur Kemenhan

⚓️ Terkait Penggunaan Anggaran Multiyears Pesawat Tempur KFX/IFX [google]

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegur Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terkait penggunaan anggaran yang bersifat multiyears atau tahun jamak.

Teguran tersebut disampaikan Ani saat dirinya dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro diundang untuk menghadiri rapat antara Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Widodo.

Kehadiran dirinya bersama Bambang untuk membahas penggunaan anggaran di Kemenhan yang mana dialokasikan Rp 1,85 triliun dalam RAPBN 2018. Alokasi tersebut dinilai kurang karena ternyata hanya cukup untuk pembayaran tahun jamak dalam rangka pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X yang dikembangkan bersama Korea Selatan.

Ani menyebut Kemenhan awalnya tidak menjelaskan jika anggaran tersebut untuk keperluan pembayaran kewajiban tahun jamak pesawat pada 2016 dan 2017. Sedangkan kewajiban tahun jamak ini sudah dilakukan sejak 2012 lalu. Di sisi lain Kemenkeu belum mendapatkan dokumen perjanjian pembayaran tahun jamak tersebut.

"Kami belum dapat info bahwa multiyears. Ini akan jadi persoalan buat kami dari sisi uang maupun prosesnya," kata Ani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 19 Oktober 2017.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap Kemenhan disiplin serta rutin menyampaikan kewajiban pembayaran tahun jamaknya kepada Kemenkeu. Sehingga pihanya bisa memberikan masukan pada Kemenhan dalam mengelola dan menggunakan anggaran.

"Jadi kami sampaikan pandangan dari sisi proses anggaran apabila ada yang sifatnya multiyears bagaimana proses penganggaran harus dilakukan, sehingga tertib administrasi dan anggaran," jelas dia.

Sementara itu, Bambang Brodjonegoro tak mau berspekulasi terlalu jauh terkait kewajiban tahun jamak pesawat tempur tersebut tidak masuk dalam dua APBN.

Mantan Menteri Keuangan ini hanya berpandangan mungkin saja karena anggaran tersebut masuk dalam Bendahara Umum Negara (BUN) dan dianggap pembiayaan government to govenment (G to G) sehingga luput dari pendanaan rutin.

"Jadi mungkin Kemenhan lupa," ucap Bambang. (AHL)

  ⚓️ Metrotv  

KASAL Resmikan Markas Komando Pasukan Marinir 2

⚓️ Di Marunda Korps Marinir

Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, meresmikan Markas Komando Pasukan Marinir 2 Korps Marinir TNI AL, di Kesatrian Marinir Baroto Sardadi, Marunda, Jakarta Utara, Rabu.

Nama yang disematkan pada kesatrian baru Korps Marinir TNI AL itu mengambil nama Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Baroto Sardadi, yang pernah menjadi komandan komponen pendarat TNI AL itu.

Marunda ternama dengan kekhasan adat-istiadat Betawi-nya, sehingga kedatangan Supandi dan rombongan disambut kesenian Betawi, selain demonstrasi terjun payung dari Batalion Intai Amfibi 2 Korps Marinir TNI AL.

Peresmian Markas Komando Pasukan Marinir 2 itu ditandai penyerahan keris dari Supandi kepada Komandan Pasukan Marinir 2, Brigadir Jenderal TNI (Marinir) Nur Alamsyah. Keris menduduki posisi penting pada Korps Marinir TNI AL karena senjata tradisional Indonesia itu dijadikan komponen lambang korps pasukan pendarat TNI AL itu.

Selain itu, dilakukan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita secara simbolis dan penyerahan dua unit kendaraan dan pengukuhan Supandi sebagai ketua pembina Jayamahe Jeep Club, sebagaimana dinyatakan siaran pers Dinas Penerangan TNI AL, diterima di Jakarta, Rabu.

Pada kesempatan ini dia turun langsung mengendarai kendaraan off-road, untuk mengetahui lingkungan sekitaran Markas Komando Pasukan Marinir 2 didampingi Alamsyah.

Supandi, mengatakan keberadaan Pasukan Marinir-2 sebagai komando pelaksana Korps Marinir TNI AL di wilayah barat, khususnya Jakarta, dituntut senantiasa meningkatkan kinerja organisasi guna memenuhi tugas pokok yang diharapkan.

Oleh karena itu, kata dia, pembangunan gedung dan fasilitas sarana dan prasarananya dapat mendorong ide-ide pemikiran yang kreatif dan inovatif guna pencapaian tugas pokok Korps Marinir TNI AL dalam rangka mewujudkan visi dan misi TNI AL ke depan.

Dia berpesan agar semua komponen Korps Marinir TNI AL mampu tetap meningkatkan semangat kejuangan dan keprajuritan dan menjaga semua fasilitas yang telah diberikan negara.

  ⚓️ Antara  

Indonesia delays decommissioning of Ahmad Yani-class frigates amid South China Sea obligations

The Indonesian Navy has delayed the planned retirement of its ex-Royal Netherlands Navy frigates. Move to ensure that the service can fulfil operational requirements and deployment obligations, especially in the South China Sea
Ahmad Yani-class frigates ★

The Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut) has decided to postpone the retirement of its Ahmad Yani-class frigates amid operational requirements that necessitate continued service of the platforms for about one more year, the service has confirmed with Jane’s.

Citing a TNI-AL source from the service’s Western Fleet (KOARMABAR), Jane’sreported in February 2016 that the country will start to retire the first of its six Ahmad Yani-class frigates in 2017. This decision was made at the 2016 iteration of an annual naval technical and logistics work plan meeting, and the intention then was to retire the class at a rate of one ship a year from 2017 to 2022.

However, given current progress of the Martadinata (SIGMA 10514)-class’ induction, and ongoing service obligations, this schedule has since been delayed by about one more year to ensure that there are no operational gaps in the fleet’s deployment capacity especially in the Natuna Sea where there is now an increasing number of unregulated fishing cases, said the TNI-AL.

Indonesia commissioned its first Martadinata-class frigate, KRI Raden Eddy Martadinata (331), in April 2017. The second-of-class, which will be known as KRI IGusti Ngurah Rai with pennant number 332 once it is in service, was launched by state-owned shipbuilder PT PAL in September 2016. The country is expected to acquire follow-on ships in this class, but a formal procurement process for this has yet to begin.

The TNI-AL’s Ahmad Yani-class ships were formerly in service with the Royal Netherlands Navy (RNLN) as the Van Speijk class. After being in service for about 20 years, the ships were transferred to Indonesia between 1986 and 1989.

  IHS Janes  

Kamis, 19 Oktober 2017

Empat Kapal Perang India Berlabuh di Jakarta

INS Tir (A 86) (Lantamal III) ★

Empat Kapal Perang India datang lagi ke Jakarta. Kali ini yang berkunjung adalah INS Tir (A 86), INS Sujata (P 56), ICGS Sarathi dan INS Sudarshini (A 77) yang merapat di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (18/10).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id dari Dispen Lantamal III, Rabu (18/10), kedatangan Kapal Perang Angkatan Laut India tersebut disambut Pasukan Kehormatan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta yang dipimpin PLH Wadan Lantamal III merangkap Asops Danlantamal III Kolonel Laut (P) Teddie Bernard Hernawan didampingi Danpomal Lantamal III Kolonel laut (PM) Ade Permana dan perwakilan perwira lainnya. Setelah welcome ceremony acara dilanjutkan dengan tea on board di kapal perang INS Tir. Karakteristik umum Keempat Kapal India yang datang berkunjung selama lima hari di Jakarta hingga 22 Oktober mendatang sebagai berikut:

1. INS Tir (A 86) dengan Komandan Kapal Captain DJ Revar, merupakan tipe Training Ship berkelas/jenis Tir Class yang berdimensi panjang 105,85 meter, lebar 13,20 meter, draft 4,8 meter, bobot 1,920 ton, kecepatan maksimal 21 knot, pengawak 70 orang serta dilengkapi berbagai persenjataan.
2. INS Sujata (P 56) di bawah pimpinan Commander KB Singh adalah kapal tipe Patrol Vessel berkelas/jenis Sukanya Class dengan dimensi panjang 101 meter, lebar 11,5 meter, draft 4,5 meter, bobot 1,920 ton, kecepatan maksimal 21 knot, pengawak 70 orang serta dilengkapi berbagai persenjataan.
3. ICGS Sarathi dengan Komandan Kapal Commander Pankaj Agrawal tergolong dalam tipe Patrol Boat berkelas/jenis Samarath Class memiliki dimensi panjang 105 meter, lebar 13,6 meter, draft 6,2 meter, kecepatan maksimal 23 knot, pengawak 18 perwira dan 108 pelaut serta dilengkapi persenjataan.
4. INS Sudarshini (A 77) di bawah pimpinan Commander Amulya R Mishra termasuk tipe Training Tall Ship berkelas/jenis Three Masted Barque dengan dimensi panjang 54 meter, lebar 8,53 meter, tinggi 34,5 meter, draft 4,5 meter, bobot 427 ton, kecepatan 10 knot dan pengawak 6 perwira dan 45 kadet.

Siang harinya PLH Wadan Lantamal III yang merangkap Asops Danlantamal III Kolonel Laut (P) Teddie Bernard Hernawan mewakili Komandan Lantamal III Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad menerima courtesy call (CC) para komandan kapal perang India yang dipimpin Captain DJ Revar di Mako Lantamal III Jakarta.

Turut hadir pada kunjungan kehormatan perwira India tersebut, Asintel Danlantamal III Kolonel Marinir I Gede Dewa Wirawan, Ka Kuwil Lantamal III Kolonel Laut (S) Rachmat Kurniawan Putra, Aspers Danlantamal III Letkol Laut (S) Binsar Mangaratua S, Dandema Lantamal III Letkol Marinir Kristiyono dan beberapa perwira lainnya.

Selain itu juga dilaksanakan olahraga persahabatan yakni pertandingan sepak bola, bola voli dan tarik tambang antara Tentara Angkatan Laut India dengan Prajurit Lantamal III Jakarta di lapangan Mako Lantamal III, Kamis (19/10).

  Republika  

Tahun Depan Indonesia Buat Kapal Selam Sendiri

Ilustrasi ★

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan Indonesia bisa membuat kapal selam sendiri pada 2018. Hal itu merupakan salah satu pencapaian Ryamizard selama menjabat Menteri Pertahanan selama hampir tiga tahun.

Kapal selam tahun depan kita buat sendiri,” kata Ryamizard saat ditemui selepas acara Malam Bahasa dan Budaya Internasional di Pusdiklat Badiklat Kementerian Pertahanan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2017).

Selain kapal selam, Ryamizard mengatakan, selama masa jabatannya, sudah banyak alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru bagi pertahanan Indonesia, seperti pesawat tempur Sukhoi dan kapal selam.

Ada Sukhoi, kapal selam, tank yang kita buat bersama Turki, banyak,” ucapnya.

Sementara itu, Ryamizard gerah soal adanya sejumlah dokumen kabel diplomatik Amerika soal tragedi 1965 yang kembali dibuka ke publik. Menurutnya, Indonesia tidak perlu ‘kebakaran jenggot’ soal dokumen tersebut.

Seharusnya biasa saja, kita kadang-kadang kebakaran jenggot, nggak perlu gitu loh. Saya biasa saja, aman-aman saja,” ucap Menhan.

Terkait hal itu, Ryamizard berencana menanyakan langsung kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat. Rencananya, Ryamizard akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat di Filipina.

Sudah, nggak usah dihitung lagi. Kebetulan saya nanti ketemu dengan Menhan Amerika di Filipina, saya nanti tanya benar nggak, tuh,” ujarnya.

  detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...