Kamis, 29 September 2016

Perakitan 3 Unit Helikopter TNI AL Segera Tuntas

Di bulan November Helikopter AS565 Panther MBe pesanan AL Meksiko [Beth Stevenson/FlightGlobal]

Perusahaan Besar Airbus Helicopter baru-baru ini menyerahkan helikopter AS565 Panther MBe pertama pesanan AL Meksiko. Dalam situs Flightglobal di beritakan bahwa Indonesia merupakan pemesan kedua setelah Meksiko.

Indonesia telah memesan 11 unit Helikopter Panther yang akan di serahkan sampai tahun 2018. Nantinya helikopter ini akan digunakan satuan Penerbal. Helikopter yang dipesan TNI AL ini mampu melacak kapal selam dan dapat digunakan sebagai bantuan informasi melacak keadaan kapal perang permukaan lainnya.

https://2.bp.blogspot.com/-J1TUU4Sm8wg/V-zMQlzYd6I/AAAAAAAAJEE/PMfxfoNTSqoi5XSMDdlwLiHPMhV69ijpQCLcB/s1600/IMG-20160907-helikppter%2BPT%2BDI%2Bdef.pk.jpgSelain pesanan TNI AL, PT DI juga menyelesaikan pesanan Basarnas, Dimana Basarnas dalam gambar menambah setidaknya 2 unit . [def.pk]

3 unit diberitakan akan diselesaikan PT DI pada bulan November ini, yang mana mendapat izin merakit 11 unit helikopter pesanan TNI AL. Selain itu, PT DI juga akan mengintergrasikan sistem sonar pada 2 unit pertama Helikopter AKS (Anti Kapal Selam).

Sumber resmi Airbus helikopter, Blanc mengatakan percepatan perakitan helikopter pesanan Meksiko ini secara tidak langsung mempercepat program pengadaan helikopter AKS untuk Indonesia. Airbus Helicopter menerapkan sistem "produksi satu unit perbulan".

Selain itu, sumber resmi Airbus Helicopter, Blanc menyatakan bahwa potensial pelanggan ketiga adalah India, dimana India akan memesan puluhan bahkan disebutkan nominal sebanyak 110 unit. [flightglobal]

  Garuda Militer  

[Video] Pidato Diplomat Muda RI Menjawab Serangan Enam Negara

Lewat Sebuah Pepatah Indonesia menjawab dan mengkritik sikap enam negara yang menuding pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua dalam forum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), di New York, Amerika Serikat.

Dalam Sesi ke-71 KTT PBB yang digelar 13-26 September itu, pemimpin enam negara Pasifik mendesak respons PBB terhadap keadaan di Papua.

Mereka membahas soal kekhawatiran akan keadaan dan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua Barat.

Indonesia kemudian mengirim utusannya bernama Nara Masista Rakhmatia, untuk menyampaikan hak jawab di forum tersebut.

Dalam paparannya, Nara menyampaikan bahwa Indonesia jauh lebih baik soal penegakan HAM dibanding enam negara yang coba mengusik Indonesia lewat Papua.

Diplomat muda berparas cantik ini juga menutup pidatonya dengan sebuah pepatah, bahwa "Ketika seseorang menunjukkan jari terlunjuknya pada orang lain, jari jempolnya otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri."

Berikut isi pidato lengkap Nara yang diambil dari video Youtube, saat mewakili Indonesia di forum PBB.

"Bapak Presiden, Indonesia hendak menggunakan hak jawab kami terhadap penyataan yang disampaikan Perdana Menteri Kepulauan Solomon dan Vanuatu.

Juga disuarakan Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga. Terkait masalah-masalah di Papua, provinsi di Indonesia.

Indonesia terkejut mendengar di sidang yang penting ini, di mana para pemimpin bertemu di sini untuk membahas implementasi awal SDGs (The Sustainable Development Goals).

Transformasi dari tindakan kolektif kita, dan tantangan global lainnya seperti perubahan iklim, di mana negara Pasifik yang akan paling terdampak.

Para pemimpin tersebut memilih untuk melanggar piagam PBB dengan mengintervensi kedaulatan negara lain dan melanggar integritas teritorialnya.

Kami menolak mentah-mentah sindiran terus menerus dalam pernyataan mereka.

Itu jelas mencerminkan ketidakpahaman mereka terhadap sejarah dan situasi saat ini serta perkembangan progresif di indonesia, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat, serta manuver politik yang tidak bersahabat dan retoris.

Pernyataan bernuansa politik mereka itu dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi-provinsi tersebut, yang begitu bersemangat mengganggu ketertiban umum dan melakukan serangan teroris bersenjata terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan.

Pernyataan negara-negara itu benar-benar melanggar tujuan dari piagam HAM PBB dan melanggar prinsip hukum internasional tentang relasi persahabatan antar negara serta kedaulatan dan integritas teritori suatu negara.

Saya ulangi, itu sudah melanggar kedaulatan dan integritas teritori suatu negara.

Hal itu sangat disesalkan dan berbahaya bagi negara-negara untuk menyalahgunakan PBB, termasuk sidang umum ini.

Negara-negara ini sudah menggunakan Majelis Umum PBB untuk mengajukan agenda domestik mereka.

Dan bagi beberapa negara untuk mengalihkan perhatian dari pesoalan politik dan persoalan sosial di negara mereka.

Negara-negara itu juga menggunakan informasi yang salah dan mengada-ada, dan membahayakan kredibilitas forum ini.

Komitmen Indonesia terhadap HAM tak perlu dipertanyakan lagi. Indonesia adalah pendiri Dewan HAM PBB.

Indonesia sudah menjadi anggota dewan tersebut selama tiga periode dan saat ini menjadi anggota untuk keempat kalinya.

Indonesia adalah penggagas komisi HAM antar pemerintah ASEAN.

Indonesia sudah meratifikasi delapan dari sembilan instrumen utama HAM, semuanya terintegrasi dalam sistem hukum nasional kami dibanding hanya empat oleh negara Kepulauan Solomon, dan lima oleh negara Vanuatu.

Indonesia ada di antaranya segelintir negara yang memiliki Rencana Aksi Nasional HAM.

Dan saat ini generasi keempat dari rencana tersebut dari 2015 sampai 2019.

Indonesia memiliki Komnas HAM yang aktif dan kuat sejak tahun 1993, masyarakat sipil yang aktif dan bebas.

Indonesia juga merupakan negara demokrasi yang dewasa di dalam fungsi-fungsinya, bersama dengan komitmen sangat tinggi terhadap promosi dan perlindungan HAM di semua level, hampir-hampir mustahil pelanggaran HAM terjadi tanpa diketahui dan diperiksa.

Bapak Presiden, kami tegaskan kembali ada mekanisme domestik di tingkat nasional di Indonesia, pada pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Ada pepatah di kawasan Asia Pasifik yang mengatakan, "Ketika seseorang menunjukkan jari terlunjuknya pada orang lain, jari jempolnya otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri. Terima Kasih."
(*)



  Tribunnews  

★ Indonesia Tampilkan Teknologi Canggih Pertahanan

Karya Anak Bangsa di Manila, Filipina Paviliun Indonesia di Pameran Teknologi Pertahanan Internasional ADAS 2016, di Manila, Filipina, Rabu (28/9).

Teknologi pertahanan karya anak bangsa tak kalah unjuk gigi di ajang internasional. Dalam ajang Pameran Teknologi Pertahanan Internasional ADAS 2016, di Manila, Filipina, Rabu (28/9), Indonesia membawa teknologi pertahanan karya anak bangsa.

Delegasi Indonesia dalam pameran keamanan dan pertahanan nasional ini diikuti oleh PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Nusantara Turbin & Propulsi (NTP), PT Napindo Media Ashatama dan PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK).

Tecnology Director PT ICK Dahniar Wisnu Paramitha menjelaskan pihaknya memproduksi beberapa perangkat keras seperti telepon PSTN antisadap, radio HT (Handy Talkie) antisadap, pengacak sinyal atau jammer, secure VPN, direction finder dan beberapa alat lainnya. Adapun aplikasi perangkat lunak yang dikembangkan meliputi SMS, Chat dan Voice antisadap. Aplikasi tersebut ditanam di ponsel pengguna.

Perangkat antisadap tersebut bisa digunakan untuk kepentingan sipil dan militer. “Khusus untuk keperluan militer, kami buat varian dan spesifikasi khusus agar cocok untuk kondisi lapangan,” kata Wisnu dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id.

CN 235 MPA produksi PT DI [iben saputra] ☆

Dalam kesempatan ini, PT DI memamerken produk unggulan pesawat NC212 dan CN235-220. Pesawat CN235-220 merupakan pesawat militer multi fungsi yang biasa digunakan untuk patroli maritim.

PT PAL yang bergerak diindustri pembuatan kapal memamerkan kapal perang canggih Strategic Sealift Vessel (SSV). Adapun, PT NTP memamerkan berbagai layanan perawatan mesin aero dan berbagai turbin industri.

Sebelumnya ditempat terpisah, President Director PT ICK Agung S Bakti mengungkapkan selama ini Kemenhan memfasilitasi industri keamanan dan pertahanan dalam negeri mengikuti berbagai pameran pertahanan internasional.

"Dibawah koordinasi Kemenhan berbagai industri pertahanan dalam negeri mengikuti pameran pertahanan internasional diantaranya adalah Defence Service Asia (DSA) Malaysia dan Defense & Security di Bangkok, dan sekarang ADAS 2016 di Manila," tambah Agung.

 Kemenhan Dorong Teknologi Pertahanan Lokal Mendunia 
Paviliun Indonesia di Pameran Teknologi Pertahanan Internasional ADAS 2016, di Manila, Filipina, Rabu (28/9).Paviliun Indonesia di Pameran Teknologi Pertahanan Internasional ADAS 2016, di Manila, Filipina, Rabu (28/9).

Indonesia dinilai sudah mampu menjelma menjadi salah satu negara produsen teknologi keamanan dan pertahanan canggih dunia. Berbagai teknologi mulai dari pesawat, kapal perang, tank, senjata hingga perangkat keamanan komunikasi standar dunia berhasil diproduksi dan diminati berbagai negara lainnya.

"Potensi pasar di kawasan Asia Pasific cukup menjanjikan. Untuk itu, industri pertahanan Indonesia harus berebut kesempatan ini untuk ikut berkiprah dalam memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan di kawasan tersebut," tandas Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Brigjen (TNI) Jan Pieter Ate dalam keterangan tertulis dari Pameran Teknologi Pertahanan Internasional ADAS 2016, di Manila, Filipina, Rabu (28/9).

[​IMG]ICK TrackIT, Alat pelacak HP buatan PT ICK

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya sedang menyiapkan kebijakan yang kuat agar industri pertahanan dalam negeri terus tumbuh, terutama penguasaan teknologi dibidang militer. Hal ini supaya industri pertahanan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan TNI maupun instansi lainnya, ungkapnya.

"Bersamaan dengan itu, Kemenhan akan terus mendorong industri pertahanan dalam negeri agar dapat bersaing di pasar tingkat regional maupun dunia," katanya.

Ia mencontohkan industri teknologi antisadap yang dikembangkan PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK). Menurutnya, industri pengamanan komunikasi ini memiliki ruang bisnis yang sangat besar. Hal ini karena teknologi antisadap merupakan kebutuhan sangat penting yang harus dimiliki oleh unsur-unsur intelijen.

"Setiap instansi keamanan dan pertahanan memiliki unsur-unsur intelijen yang membutuhkan teknologi antisadap. Keberadaan ICK sebagai industri pertahanan dalam negeri menjadi aset penting bagi bangsa Indonesia dalam rangka mengamankan informasi terutama dalam level VVIP maupun VIP," terangnya.

  Republika  

★ PAL Indonesia Luncurkan SSV Pesanan Filipina & PKR 10514 yang Kedua

BRP 602 Davao Del Sur serta PKR 10514 KRI GNR 332 SSV kedua, BRP 602 Davao Del Sur pesanan Filipina produksi PT PAL Indonesia siap diluncurkan. [anas_nurhafidz@def.pk]

Perseroan terbatas PAL Indonesia meluncurkan dua kapal perang, yakni kapal jenis "Strategic Sealift Vessel" (SSV) pesanan kedua Kementerian Pertahanan Filipina serta Kapal Guided Missile Frigate (PKR-105) yang juga merupakan pesanan kedua dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Direktur Utama PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin, dalam acara peluncuran di Dok Semarang Divisi Kapal Niaga Kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis mengatakan peluncuran ini sebagai tanda selesainya pengerjaan kedua kapal perang oleh PT PAL Indonesia yang juga merupakan perusahaan BUMN.

Ia mengatakan dalam proses penggarapan Kapal SSV-2, PAL Indonesia mampu menyelesaikan lebih cepat tiga bulan dari target yang ditentukan Mei 2017 dan rencananya secara resmi diseraterimakan kepada Kementerian Filipina pada Maret 2017.

"Kapal SSV 2 ini kami peroleh dari proyek tender internasional, dan bersaing dengan beberapa negara," ucap Firman.

https://4.bp.blogspot.com/-FuegYYbc990/V-uNOeGJgqI/AAAAAAAAJDk/VRjrNI8Z1mY8gJiDRyXEWxtA3VecihukgCLcB/s1600/KRI%2BI%2BGusti%2BNgurah%2BRai%2B332%2B%2528IMF%2529.jpgKRI I Gusti Ngurah Rai 332 (GNR) siap meluncur. [IMF]

Sementara untuk Kapal PKR 105 merupakan penugasan dari Kementerian Pertahanan RI dalam memperkuat keberadaan alutsista, dan rencananya akan resmi diserahterimakan pada Oktober 2017.

"Setelah diluncurkan, Kapal PKR 105 akan menjalani penyempurnaan dan akan secara resmi diserahterimakan pada Oktober 2017," ucapnya.

Firmansyah menjelaskan, Kapal Perang PKR 105 adalah hasil kerja sama alih teknologi antara PT PAL Indonesia dengan perusahaan kapal Belanda "Damen Schelde Naval Shipbuilding" (DSNS) serta telah diuji coba 7 September 2016.

Dalam proses pengerjaan PKR 105, PT PAL Indonesia dan DSNS menggunakan sistem modular, dan setiap kapal terdiri dari 6 modul, dengan perakitan terakhir dilakukan di Indonesia.

[​IMG]KRI GNR 332 [IMF]

Kapal jenis Frigate itu didesain untuk berbagai tipe peperangan di antaranya untuk peperangan darat, udara, atas air dan bawah air, serta dilengkapi pengamanan kemaritiman, SAR, dan misi Kemanusian.

Sedangkan, Kapal SSV-2 pesanan Filipina merupakan hasil alih teknologi yang telah dikerjakan PAL Indonesia saat melakukan pembangunan kapal Landing Platform Dock (LPD) 125 Meter.

"SSV Kedua yang diluncurkan ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan Insan PAL Indonesia setelah sebelumnya SSV Pertama dengan nama BRP Tarlac 601 telah dikirimkan ke Filipina pada Mei 2016," katanya.

Ia menjelaskan kapal perang ekspor perdana pesanan Kementerian Pertahanan Filipina ini menjadi bukti dan saksi kebanggan bangsa, karena melalui penguasaan desain dan teknologi perkapalan, PT PAL Indonesia turut andil dalam mendukung program poros maritim serta pemenuhan kebutuhan keamanan kemaritiman nasional.

 Berikut spesifikasi umum PKR 105 : 

Panjang = 105,11 meter
Lebar = 14,02 meter
Sarat Air = 3,7 meter
Bobot = 2.365 ton
Jarak = 5.000 nM
Daya Angkut = 100 + 20 Orang
Kecepatan max = 28 Knots
Klas = Llyod Register

 Sementara itu, spesifikasi umum SSV : 

Panjang = 123,0 meter
Lebar = 21,8 meter
Sarat Air = 5 meter
Bobot = 7.200 ton
Jarak = 9.360 nM
Daya Angkut = 621 Orang
Kecepatan max = 16 Knots
Klas = Llyod Register.

  Antara  

Prajurit Marinir Latihan Pengoperasian Meriam Anti Serangan Udara

Pengoperasian Meriam AA 35mm Twin Gun Meriam AA 35 mm Twin Gun (marinir)

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono yang diwakili Asisten Logistik Komandan Korps Marinir (Aslog Dankormar) Kolonel Marinir Suherlan secara resmi membuka Kepelatihan Meriam AA 35 mm Twin Gun dan Radar AF 902 FCS tahun 2016 di Lapangan Trisula Menart-2 Mar Cilandak Jakarta, Rabu (28/9).

Pelatihan yang diikuti 16 prajurit dari Yonarhanud-1 Mar dan Yonarhanud-2 Mar tersebut merupakan rangkaian berlanjut dari kepelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya guna memperdalam pengetahuan tentang teknis pengoperasian meriam AA 35 mm Twin Gun dan Radar AF 905 FCS serta peralatan pendukungnya agar siap dioperasikan oleh satuan di lingkungan Korps Marinir.

Dalam amanat Dankormar yang dibacakan Aslog Dankormar mengatakan dengan kehadiran empat pucuk meriam AA 35 mm Twin Gun beserta Radar AF 902 FCS yang baru di jajaran Korps Marinir merupakan realisasi dalam upaya membangun kekuatan Korps Marinir guna memenuhi standart pokok minimum, moderenisasi alutsista menjadi keharusan dan tuntutan sehingga lebih efektif dalam pencapaian tugas pokok.

Ujicoba Kanon antipesawat 35mm Type 90 Marinir saat latihan penembakan.

Meriam anti serangan udara ini, lanjut Aslog Dankormar, mampu menembakan amunisi dengan kecepatan tembak 550 butir permenit dan dengan didukung radar AF 902 FCS yang mempunyai kemampuan untuk searching sejauh 25 km dan tracking 15 km.

"Senjata ini sangat efektif dalam menghancurkan serangan udara karena memiliki kecepatan sangat tinggi serta dapat ditempatkan di berbagai macam kondisi jenis medan," kata Pamen Melati Tiga ini dalam rilis Dispen Kormar.

Kegiatan yang akan berlangsung hingga 1 Nopember 2016 tersebut dilatih langsung oleh instruktur dari PT. Norinco China dengan materi meliputi pengenalan, pengoperasian hingga perbaikan ringan sistem meriam dan radar tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh Asrena Dankormar Kolonel Marinir Edy Prakoso, Danmenart-2 Mar Kolonel Marinir Aris Setiawan, para Paban Slog dan Srena Kormar dan para Dansatlak Menart-2 Mar. [rus]

  RMOL  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...