Kamis, 17 Agustus 2017

Keunggulan Pesawat N219 Buatan PT Dirgantara Indonesia

Terbang selama kurang lebih 25 menit https://2.bp.blogspot.com/-GHbLFoPLfwo/WZSvvDI-6PI/AAAAAAAAKsA/QO-zpEjDKQQvKg_nulG9WSTKo0MHOstwQCLcBGAs/s1600/20838876_N219%2BMaiden%2BFlight.%2BCredit%2Bto%2BRizky%2BAditya.jpgTake off perdana N219 [Rizky AdityaI]

Pesawat N219 karya anak bangsa menjalani uji coba terbang (flight test) perdana, Rabu (16/8). Pesawat ini sukses uji terbang pertama kali dari landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung selama kurang lebih 25 menit.

Pesawat ini dibuat PT Dirgantara Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan pesawat ini memiliki kelebihan sebagai jenis pesawat ringan yang cocok dioperasikan di daerah perintis. "Jadi pesawat ini direncanakan sebagai pesawat perintis. Di Papua, di Kalimantan butuh banyak seperti ini. Pesawat ini memang akan kita pasarkan di daerah yang terpencil," kata Budi usai first flight Pesawat N219 di Hanggar Fix Wings PTDI, Rabu (16/8).

Menurutnya pesawat ini didesain untuk 19 penumpang. Dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan LAPAN.

https://3.bp.blogspot.com/-IcHIPeYURtY/WZSv35FCXeI/AAAAAAAAKsM/VdMGigUz9Pc8zP_iIJevkeNq8boeXZC3gCLcBGAs/s1600/desain-pesawat-N219-e1502895010779.jpgPurwarupa pesawat pertama N 219 ditenagai sepasang engine pratt and whitney PT6A-52 dengan kemampuan 850 shp dan daya jelajahnya 1580 NM kecepatan maksimum 213 knots.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menambahkan kelebihan pesawat N219 ialah memudahkan beroperasi di daerah perbukitan. Serta yang memiliki landasan udara pendek. "Ini ditargetkan untuk landasan pendek yang kontur buminya menyulitkan. Dia bisa bermanuver dengan kecepatan rendah sehingga di daerah perbukitan bisa digunakan dengan baik," ujar Thomas.

Ia pun berharap ke depannya pesawat N219 dapat digunakan secara massal untuk membantu transportasi masyarakat khususnya di daerah pedalaman. "Harapan utama kami, pesawat N219 dapat terus digunakan dan menjadi salah satu ekonomi sebagai alat transportasi untuk konektivitas di daerah-daerah terpencil. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi pesawat kedepanny sehingga bangsa Indonesia dapat terus dengan bangga menggunakan hasil karya bangsanya sendiri," tuturnya.

 Berikut delapan keunggulan lainnya pesawat N219 : 
https://4.bp.blogspot.com/-o0cDZRaZfzY/WZSvx-atMCI/AAAAAAAAKsI/r89NJ1Cje0Edt7Af0egVNGXMICIydawvgCLcBGAs/s1600/N219%2BMaiden%2BFlight.jpg1. Purwarupa pesawat pertama N219 didesain sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama wilayah perintis, sehingga memiliki kemampuan short take off dan landing mudah dioperasikan di daerah terpencil, bisa self starting tanpa bantuan ground support unit.

2. Menggunakan teknologi yang sudah banyak ditemui di pasaran atau menggunakan, common technology sehingga harga pesawat bisa lebih murah dengan biaya operasi dan pemeliharaan yang rendah.

3. Menggunakan teknologi avionik yang lebih modern dan banyak digunakan di pasaran yakni Garmin G-1000 dengan Flight Management System yang d dalamnya sudah terdapat Global positioning System (GPS). sistem Autopilot dan Terrain Awareness and Warning System.

4. Memiliki kabin terluas di kelasnya dan serbaguna untuk berbagai macam kebutuhan seperti pengangkut barang, evakuasi medis pengangkut penumpang bahkan pengangkut pasukan.

https://1.bp.blogspot.com/-_rl-Q6-fMj0/WZSvv39wpTI/AAAAAAAAKsE/Zc7eCjav06s6L7lVbMVDih0kK471u7ifQCLcBGAs/s1600/d7daef28-N219.jpg5. Multihop Capability Fuel Tank teknologi yang memungkinkan pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.

6. Purwarupa pesawat pertama N219 memiliki kecepatan (speed) maksimum mencapai 210 knot, dan kecepatan terendah mencapai 59 knot, artinya kecepatan cukup rendah namun pesawat masih bisa terkontrol, ini sangat penting terutama saat memasuki wilayah yang bertebing-tebing, di antara pegunungan-pegunungan yang membutuhkan pesawat dengan kemampuan manuver dan kecepatan rendah.

7. Purwarupa pesawat pertama N219 dilengkapi dengan Terrain Awareness and Warning System, seperangkat alat yang bisa mendeteksi bahwa pesawat ini sedang menuju kepada atau mendekati wilayah perbukitan, sistem pesawat akan memberikan tanda, visualisasi secara dimensi sehingga pilot secara langsung tahu kondisi perbukitan yang akan dilaluinya.

8. Purwarupa pesawat pertama N219 memiliki nose landing gear dan main landing gear tetap atau tidak dapat dimasukan ke dalam pesawat saat terbang sehingga akan memudahkan pesawat melakukan pendaratan di landasan yang tidak beraspal bahkan berbatu serta akan mengurangi biaya pemeliharaan.

  Republika  

9 Pesawat Tempur Akan Lintasi Istana

✈ Saat Peringatan HUT RI Pesawat tempur melintas Istana. (dokumentasi)

Detik-detik peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2017 akan dimeriahkan gemuruh suara pesawat tempur milik TNI AU. Wow keren! Pesawat itu akan melintas di atas Istana Merdeka Jakarta, sekaligus membelah langit Jakarta.

Atraksi pesawat tempur ini tentu akan menarik perhatian peserta dan warga yang menyaksikan upacara HUT Kemerdekaan RI. Perlu diingat sejak beberapa hari lalu, perwira penerbang TNI AU sudah melakukan berbagai latihan, guna menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (kadispenau), Marsekal Pertama TNI Jemy Trisonjaya, melalui whatShapp, mengemukakan sebanyak 9 pesawat tempur dikerahkan untuk memeriahkan upacara tersebut. Terdiri 5 pesawat Sukhoi dan 4 pesawat F-16.

Pesawat yang sedang melintas latihan di Jakarta adalam dalam rangka HUT ke-72 Kemerdekaan RI tanggal 17 agustus 2017. Pesawat itu akan melintas pada saat detik-detik Proklamasi,” jelas marsekal bintang satu ini.

Dalam catatan, sebanyak 32 pesawat tempur memeriahkan upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI. Bahkan saat itu formasi udara dipimpin pesawat F-16 52ID terbaru milik TNI AU yang baru datang dari Amerik Serikat untuk memperkuat alutsista.

Formasi pertama dipimpin oleh Letkol Pnb Wastum dan terdiri dari 10 pesawat tempur latih Supersonic T-50 Golden Eagle dari Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi Madiun dan 6 pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak dan Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Lima kilometer dibelakangnya adalah formasi kedua yang dipimpin oleh Letkol Pnb Firman Dwicahyo dan terdiri dari 8 pesawat F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun serta 8 pesawat Sukhoi SU-27/30 Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Diantara pesawat F-16 termasuk pesawat F-16 C/D 52ID yang baru bergabung, dimana salah satu pesawat dengan nomor ekor TS -1623 menjadi leader.

Atraksi itu mengundang decak kagum warga terhadap keterampilan prajurit TNI AU. Sekaligus menambah kecintaan serta kebanggaan publik terhadap kedirgantaraan. (syamsir)

  Poskota  

Nota Keuangan RAPBN 2018, Alokasi Modernisasi Alutsista TNI Rendah

✈ Pesawat Sukhoi SU35 Russia [Marina]

Alokasi dana modernisasi alutsista dan non alutsista hanya mendapat porsi kurang dari 10% dari total anggaran Kementerian Pertahanan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2018.

Dalam dokumen Nota Keuangan RAPBN 2018 yang diperoleh Bisnis, Selasa (15/8/2017) malam, total anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mencapai Rp 105,72 triliun. Jika dihitung secara keseluruhan, maka total anggaran terkait modernisasi alutsista hanya menyentuh Rp 10,06 triliun.

Dalam rinciannya, disebutkan program modernisasi alutsista, non alutsista serta sarana prasarana integratif mendapat alokasi Rp 695,35 miliar. Sementara itu, program modernisasi alutsista dan non alutsista, sarana dan prasarana mitra darat mendapat Rp 4,07 triliun.

Adapun program modernisasi alutsista dan non alutsista serta pengembangan fasilitas dan sarana prasarana mitra laut memeroleh alokasi Rp 3,32 triliun, sedangkan program modernisasi alutsista dan non alutsista serta pengembangan fasilitas dan sarana prasarana mitra udara sebesar Rp 4,96 triliun.

Alokasi dana terbesar diberikan untuk program penyelenggaraan manajemen dan operasional matra darat yang mencapai Rp 37,06 triliun. Pos terbesar kedua ditujukan untuk program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kemenhan dengan besaran Rp 17,26 triliun.

Di sisi lain, pemerintah tengah mempersiapkan imbal dagang dengan Rusia. Sejumlah komoditas perkebunan dan kehutanan, seperti kopi, teh, karet, dan minyak kelapa sawit, akan dibarter dengan sebelas unit pesawat Sukhoi SU-35. Nilainya disebut mencapai US$ 600 juta.

Nota Keuangan RAPBN 2018 rencananya bakal dibacakan oleh Presiden Joko Widodo di hadapan Parlemen pada siang ini, seusai sesi Pidato Kenegaraan tahunan, Rabu (16/8/2017).

  Bisnis  

Rabu, 16 Agustus 2017

Pemerintah Indonesia Jajaki Pemesanan Medium Tank Terbaru PT Pindad

Medium tank hasil kerjasama FNSS dan Pindad [FNSS]

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya TNI Widodo mengatakan, pemerintah tengah membahas rencana pembelian tank medium dan tank boat inovasi terbaru PT Pindad. “Masih dalam pembahasan, (kebutuhan) ini kan dikombinasikan antara beberapa jenis tank,” kata dia di sela kunjungannya di PT Pindad, Bandung, Selasa, 15 Agustus 2017.

Widodo mengatakan, medium tank yang dihasilkan dari kerjasama PT Pindad dan FNSS, produsen alutsista Turki, itu masih menunggu rampungnya prototipe sebelum bisa diproduksi masal. “Awal September ini direncanakan sudah datang ke Indonesia untuk ditampilkan pada parade (HUT TNI) 5 Oktober nanti. Tank kerjasama Pindad dengan FNSS Turki ini kita dorong terus bersama,” kata dia.

Menurut Widodo, tank medium itu sudah memenuhi kebutuhan TNI. “Hanya nanti setelah produksi masal, tentunya ada penyesuaian sesuai dengan kebutuhan daerah operasi. Mungkin kalau derah operasinya di Kalimantan mungkin butuh pengurangan berat tank, kalau di Sumatera medium tank ini sudah cukup. Disesuaikan dengan kontur kita,” kata dia.

Kementerian Pertahanan juga tengah menjajaki penggunaan kendaraan tempur lain, termasuk sejumlah inovasi senjata baru yang tengah digarap Pindad. Widodo mengatakan, Kementeriannya dan TNI terus memberikan masukan untuk penyempuranaan produk senjata buatan Pindad itu.

Dia mencontohkan senapan bawah air khusus bagi pasukan khusus TNI AL masih bisa terus dikembangkan. “Ini sudah digunakan. Hanya mungkin beratnya dan metalurginya bisa terus dikembangkan agar penggunaannya makin nyaman. Seperti misal terlalu berat, Pindad harus punya inovasi agar bisa diringankan,” kata Widodo.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, baru 1 unit prototpe tank medium buatan Pindad dan FNSS Turki yang rampung. “Ini yang akan kita tampilkan di acara Parade Hari Angkatan Bersenjata (5 Oktober), kemudian satu lagi sedang dibuat. Tapi menunggu hasil ‘blasting-test’ prototipe 1,” kata dia di Bandung, Selasa, 15 Agustus 2017.

Abraham mengatakan, jadwal “blasting-test” untuk medium tank itu dijadwalkan pada September 2017. Hasil tes itu akan menjadi dasar untuk membangun prototipe kedua, yang siap memasuki fase produksi masal. “Dari hasil ‘blasting’ itu kita bangun prototipe di sini, itu jadi referensinya,” kata dia.

Menurut Abraham, pemerintah juga tengah membahas rencana pembelian produk kendaraan tempur lainnya. Diantaranya tank amfibi yang ditargetkan bisa mulai memasuki proses pemesanan tahun depan, termasuk produk inovasi “tank boat” yang dirilis tahun lalu.

Indo Defence 2016 Tank Boat (IHS Jane)Tank Boat Antasena [IHS Jane]

Tank boat itu pengembangan kita bersama PT Lundin, karena dia yang ahli platformya. Kita melengkapi dengan senjata, tapi belum diputuskan apakah dengan meriam 105 milimeter atau cukup 30 milimeter. Tergantung operasional dan kebutuhan TNI,” kata dia.

Abraham mengatakan, pembahasan bersama Kementerian Pertahanaan saat ini untuk memastikan matra pengguna tank-boat tersebut. Prototipe tank boat produksi bersama Pindad dan PT Lundin asal Banyuwangi, serta CMI Defence asal Belgia itu sempat dipamerkan dalam pameran Indodefence tahun lalu. Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan sempat memberinya nama Antasena.

Menurut Abraham, kontrak pembeliannya masih dibahas. “Kita akan bicarakan end user-nya dimana, karena tank ini untuk digunakan di sungai yang kedalamannya 90 centimeter baru bisa manuver,” kata dia.

Abraham mengatakan, sejumlah negara sudah menyatakan ketertarikannya untuk memesan Tank Boat Antasena buatan Pindad tersebut. Diantaranya negara asal Timur Tengah dan Taiwan. “Pasarnya potensial. Sekarang kita sedang dikejar dari pihak luar untuk kerja sama dengan mereka, jadi malah untuk ekspor. Tapi kita akan mendahulukan kebutuhan dalam negeri,” kata dia. Taiwan misalnya berminat untuk mengembangkan Tank Boat Antasena ini menjadi Missile Boat.

  Tempo  

Pemerintah Targetkan Ekspor Alutsista pada 2019

✈ Medium tank hasil kerjasama FNSS dan Pindad [FNSS]

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan) menargetkan ekspor alat utama sistem pertahanan (alutsista) pada 2019. Untuk itu, PT Pindad sebagai BUMN yang memproduksi alutsista agar mampu menghasilkan inovasi produk yang dibutuhkan oleh Indonesia maupun negara lain.

Sekertaris Jenderal Kemenhan RI, Widodo menerangkan selama ini produk Pindad sudah digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahkan sudah mulai mengekspor alutsista ke manca negara.

"Pertama target kita memenuhi kebutuhan TNI dan kementerian kemudian pesanan dari negara-negara di Asia Tenggara bahkan negara lain di dunia," katanya kepada wartawan di kantor Pindad, Bandung, Selasa (15/8/2017).

Widodo menilai banyaknya pesanan produksi buatan Pindad oleh manca negara merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi BUMN yang belokasi di Bandung tersebut.

"Ini tantangan bagi Pindad untuk lebih mandiri mulai dari pembuatan bahan, pengemasan dan pemasaran produk alutsista ke manca negara," ungkapnya.

Widodo mengaku PT Pindad sekarang tengah menggarap pesanan dari Uni Emirat Arab berupa 100 juta amunisi kaliber kecil. Namun, belum bisa terpenuhi karena Pindad harus membeli beberapa mesin produksi lagi agar bisa memenuhi pesanan tersebut.

"PT Pindad harus membeli alat produksi lagi agar bisa memenuhi pesanan UEA," tegasnya.

Ada beberapa pesanan alutsista lain seperti medium tank yang telah dipesan oleh beberapa negara terutama dari negara Timur Tengah.

Perakitan medium tank ini merupakan kerja sama antara PT Pindad dan Turki. Direncanakan pertengahan September 2017 Prototypenya akan didatangkan ke Indonesia dan diharapkan bisa ditampilkan pada 5 Oktober bertepatan dengan hari jadi TNI.

"Ini tantangan dari PT Pindad terutama produk buatan Indonesia ini harus dicintai oleh bangsa sendiri, sehingga nanti kalau sudah nyaman jika diekspor keluar juga akan lebih mudah," tuturnya.

Selain itu, Dikatakan Widodo produksi medium tank ini diperuntukan bagi TNI yang disesuaikan dengan kontur wilayah Indonesia. Hingga kini Kemenhan masih mengkoordinasikan kebutuhan medium tank untuk TNI.

"Hingga saat ini kebutuhan medium tank untuk TNI masih kita diskusikan," pungkasnya.

  Warta Ekonomi  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...