Selasa, 24 Oktober 2017

[RIP] 1 Anggota Brimob Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

Di TembagapuraIlustrasi

Anggota Brimob Detasemen B Timika, Briptu Berry Pramana Putra, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Pelaku penembakan merupakan KKB Pimpinan Sabinus Waker.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, anggota Brimob Den B Timika awalnya sedang mengejar kelompok pimpinan Sabinus Waker, Minggu (22/10/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat pengejaran itu, terjadi kontak tembak dengan kelompok Sabinus Waker di daerah Jembatan Utikini Tembagapura, Mimika.

Polda Papua-Polres Mimika, pada hari minggu tanggal 22 Oktober 2017 sekitar Pukul 16.00 WIT, telah terjadi penembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Pimpinan Sabinus Waker di daerah Jembatan Utikini Tembagapura terhadap anggota Brimob Den B Timika.

"Dari Kontak senjata tersebut satu anggota Brimob Den B Timika atas nama Briptu Berry Pramana Putra mengalami luka tembak dan meninggal di TKP (tempat kejadian perkara)" kata Kamal dalam keterangannya.

Saat ini, lanjut Kamal, tim bantuan sedang mengevakuasi Briptu Berry dari TKP menuju Rumah Sakit PT Freeport Tembagapura. Sementara kelompok pelaku sedang dikejar. (idh/dnu)

 4 Anggota Brimob Ditembak saat Evakuasi Jenazah Briptu Berry 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengakui, empat anggota Brimob tertembak saat mengevakuasi jenazah Briptu Berry di kampung Banti 1, Tembagapura, Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIT.

"Kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan penembakan saat anggota Brimob sedang mengevakuasi jenazah Briptu Berry," kata Kombes Kamal, Senin (23/10/2017).

Ia mengatakan, keempat anggota Brimob dari Detasemen B Timika yang tertembak yaitu Ipda Giay terkena di tangan kiri, Bripda Hence di kaki kiri, Bripda Mario di telapak tangan kiri dan Aipda Mustari paha kiri.

Saat ini anggota sudah mendapat perawatan di RS Freeport di Tembagapura dan kondisinya stabil. Pelaku penembakan masih kelompok yang sama yakni KKB pimpinan Sabinus Waker.

Sebelumnya, Sabtu (21/10/2017) KKB menembak iring-iringan kendaraan PT Freeport, sekitar pukul 08.10 WIT di mile 67,5 Tembagapura.

Kendaraan yang diserang adalah kendaraan yang dikemudikan Muhamad Jamil dengan nomor lambung 01 4755 dan kendaraan dengan nomor lambung 01 5504 yang dikemudikan Joe Hacth berkebangsaan Amerika. Mobil tersebut terkena tembakan di bagian kiri.

Tembakan tersebut menyebabkan sopir kendaraan dengan nomor lambung 01 4755 mengalami luka akibat terkena serpihan.

Sabtu siang (21/10/2017), dua anggota brimob tertembak yakni Brigpol Mufadol dan Barada Alwin. Kemudian Minggu (22/10/2017) Brigpol Berry Pratama tewas tertembak.

Satu anggota Brimob yang tertembak di bagian perut dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di area Tembagapura, Mimima, Papua, Sabtu (21/10/2017), akan dievakuasi ke Jakarta Senin siang untuk mendapat perawatan intensif di RS Polri Kramatjati.

"Anggota Brimob atas nama Bharada Alwin terkena tembakan di bagian perut serta serpihan peluru mengenai lambung dan kantung kemih baru akan diterbangkan ke Jakarta siang ini ke Jakarta," kata Kapolres Mimika AKBP Viktor Makbon di Timika, Senin (23/10/2017).

Viktor mengatakan, kedua anggota Brimob yang mengalami luka tembak yaitu Brigpol Mudafol yang terkena di bagian kaki dan Bharada Alwin terkena di bagian perut serta serpihan peluru mengenai lambung dan kandung kemih.

Sejak Sabtu (21/10), mereka dirawat di Rumah Sakit Tembagapura."Brigpol Mudafol yang terkena di bagian kaki sementara ini masih dirawat di RS Tembagapura," ujarnya.

Sedangkan jenazah Briptu Berry Pratama, anggota Brimob Polda Papua yang tewas dalam pengejaran kelompok bersenjata di Tembagapura, juga akan diterbangkan ke Bengkulu melalui Jakarta. Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya.

Sebelumnya, dua anggota Brimob dari Detasemen B Mimika mengalami luka tembak saat baku tembak dengan KKB di kawasan gunung Sangker, Utikini, Tembagapura, Sabtu (21/10/2017).

Mereka tertembak ketika melakukan pengejaran pascapenembakan kendaraan patroli keamanan internal PT Freeport Indonesia di area mile 67.

Aksi penembakan yang terjadi Sabtu (21/10) menyebabkan dua kendaraan PT Freeport yang dikemudikan Muhamad Jamil dan Joe Hacth berkebangsaan Amerika Serikat terkena tembakan di bagian sebelah kiri.

Tembakan tersebut mengakibatkan sopir kendaraan luka akibat terkena serpihan kaca. Kedua kendaraan tersebut ditembak KKB saat hendak menjemput anggota Brimob yang akan melakukan patroli.(*)

   detik | Tribunnews  

Serunya Laga F-16 Fighting Falcon TNI AU Kontra F/A-18 Hornet RAAF Australia

Elang Ausindo 2017 https://dl.kaskus.id/nnimgt-a.akamaihd.net/transform/v1/crop/frm/39XqhrgY6riNnQBs6VEtc8R/1d9391d1-dc9b-483c-80df-4a7bc518d524.jpg/r0_184_3600_2216_w1200_h678_fmax.jpg[Defense media] ☆

TNI AU terus mengasah taji-taji dan menjalin persahabatan dengan Angkatan Udara regional. TNI AU telah mengirimkan F-16C Fighting Falcon Block 52ID dari Skadron Udara 3 yang bermarkas di Iswahyudi Madiun ke Australia untuk mengikuti latihan Elang Ausindo (Australia-Indonesia) 2017 yang diselenggarakan pada 16-27 Oktober 2017. F-16 tersebut didukung oleh C-130H Hercules yang mengangkut suku cadang dan awak pemeliharaan.

AU Australia (RAAF - Royal Australian Air Force) sendiri dalam latihan kali ini menurunkan No. 75 Squadron (Sqn) yang dilengkapi dengan F/A-18A Hornet. Latihan kedua negara diselenggarakan di pangkalan RAAF Darwin. Karena tempat pelaksanaannya yang berbeda dengan markas skadron, maka untuk sementara F/A-18A tersebut digeser dari pangkalan RAAF Tindal yang merupakan home base dari No. 72 Sqn.

Latihan Elang Ausindo yang sudah diselenggarakan secara rutin bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar kedua negara sekaligus meningkatkan kemampuan pertempuran udara atau ACM (Air Combat Maneuvering) yang dilakukan di atas lautan maupun di atas daratan di wilayah Northern Territory. Kontingen TNI AU sendiri terhitung sangat banyak, mencapai 7 pesawat tempur F-16.

Sebagai lawan, RAAF menurunkan 8 F/A-18A Hornet, menang sedikit dari segi jumlah tetapi wajar, karena TNI AU sebagai pihak yang berkunjung. Komandan No.75 Sqn Cdr. Michael Grant dalam sambutannya menyatakan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Australia, baik dalam level organisasi maupun secara individu, sehingga jika kelak harus ada operasi yang dilakukan Bersama maka fundamentalnya telah siap.

[LATIHAN] ELANG AUSINDO 2017 TNI-AU kirimkan F-16Yang kedua tentu saja ada pada level taktis, dimana kedua Angkatan Udara akan berlatih bersama, mengkoordinasikan misi dan berbagi taktis untuk membuat kemampuan kedua angkatan udara meningkat. Skenario latihan akan dimulai dengan manuver tempur dasar, dimana satu F-16 akan berlaga melawan satu F/A-18, lalu kemudian akan ditingkatkan jadi satu F/A-18 melawan dua F-16, atau sebaliknya untuk menantang kemampuan pilot individu dalam Elang Ausindo 2017.

Tiap hari akan dilakukan dua sorti, satu pada pagi hari, dan satu lagi selepas siang hari. Sorti pertama lepas landas pukul 10-10.30 waktu setempat dan dogfight akan berlangsung selama 60-90 menit untuk menu latihan 3 skenario yaitu 1 lawan 1, 1 lawan 2, atau 2 lawan satu untuk kemudian kembali ke Darwin untuk perawatan, untuk kemudian lepas landas lagi pada pukul 2-2.30 waktu setempat.

Latihan akan dipuncaki dengan skenario 1 flight yang terdiri dari 4 pesawat tempur akan berhadapan dengan musuh yang tidak jelas jumlahnya, lawan yang sudah disimulasikan jatuh dapat dihidupkan lagi. 2 F-16 bisa berpasangan dengan 2 F/A-18 dan berhadapan dengan lawan, atau sebaliknya sehingga situasinya lebih realistis.

Cdr. Grant selaku Danskad merasa kagum dengan sikap profesional para elang-elang muda TNI AU, dan latihan berlangsung dengan sangat lancar dan melebihi segala ekspektasi, termasuk penguasaan ilmu terbang dan juga kemampuan eksekusi taktis pilot-pilot TNI AU. (Aryo Nugroho)

  TSM  

Senin, 23 Oktober 2017

Tank Tanpa Awak Dirilis di Surabaya

Generasi kedua produksi CV. BDL Technology https://lancercell.files.wordpress.com/2017/10/war-v2-autonomous-military-tactical-vehicle-cv-bdl-technology-istimewa.jpg?w=1024&h=567&crop=1 WAR-V2 Autonomous Military Tactical Vehicle CV. BDL Technology. (Istimewa) ☆

Perang konvensional di masa mendatang tampaknya memang sulit terjadi seperti perang-perang sebelumnya yang pernah melanda dunia. Pasalnya, perang konvensional (perang fisik) terlalu banyak risiko dan hukum internasional juga sudah sedemikian ketatnya.

Di era teknologi, perang tampaknya mulai beralih pada penggunaan teknologi-teknologi canggih yang lebih efisien dan efektif. Sejumlah negara maju bahkan telah aktif mengoperasikan alat perang berupa pesawat tanpa awak untuk mendeteksi dan menyerang musuh. Pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh ini terbilang cukup efektif dioperasikan dalam medan pertempuran.

Ambil contoh misalnya perang di Afghanistan. Pasukan AS secara reguler telah menggunakan drone untuk mendeteksi dan menyerang militan Taliban di sejumlah daerah. Beberapa waktu lalu, Taliban harus menembak jatuh drone tentara AS yang berkeliaran di langit Afghanistan. Drone ini diketahui telah menyerang dan membunuh markas dan anggota Taliban sebelum akhirnya ditembak jatuh di Kunduz.

Contoh lain, Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) baru-baru ini membeli sedikitnya 4 unit drone Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk dari Amerika Serikat untuk keperluan pengintaian di perbatasan Korea Utara menyusul sikap agresifitas Pyongyang akhir-akhir ini.

Drone Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk pesawat tempur canggih yang dibangun militer AS untuk misi pengintaian. Drone ini dilengkapi dengan serangkaian rudal untuk menghancurkan artileri, rudal balistik dan bunker serta pasukan khusus dan taktis.

Pertama kali diterbangkan pada tahun 1998, Global Hawk yang kemudian eksperimental dilengkapi dengan perkumpulan alat pengintai. Ini termasuk elektro-optik, kamera termografi, prosesor gambar, tiga sistem radar yang berbeda, bayangan inframerah, radar cuaca dan perangkat lainnya. Ini juga merupakan pesawat tanpa pilot pertama yang melintasi Samudra Pasifik, yang terjadi pada tahun 2001.

AS juga diketahui telah menggunakan Global Hawks di Irak dan Afghanistan, serta dalam operasi pencarian dan penyelamatan menyusul bencana seperti gempa dan tsunami Tohoku 2011 di Jepang dan topan Haiyan 2013 di Filipina.

Di Indonesia, drone tentu bukan barang baru lagi. Dan kini, CV. BDL Technology bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidik Tinggi dan Wakil Gubernur Jawa Timur merilis tank tanpa awak generasi kedua (Autonomous Military Tactical Vehicle-WAR-V2). Berdasarkan informasi, tank tanpa awak ini dirilis dalam sebuah acara bertajuk grand launching WAR-V2-Autonomous Military Tactical Vehicle di Exhbistion Hall, Grand City, Surabaya, 19-22 Oktober 2017.

“BDLtech bekerjasama dengan Kemenristekdikti sebagai pengusaha muda/pengusaha pemula khusus bidang HanKam, WAR-V1 menjadi produk perdana BDL yang akan ditindaklanjuti dan diakomodir untuk diproduksi serta diterjunkan ke pasar,” kata CV. BDL Technology dalam sebuah pernyataan seperti dikutip redaksi, Minggu (22/ 10).

BDLtech merupakan rintisan perusahaan yang bergerak di bidang keteknikan (kelistrikan, elektronika, instrumentasi, mekanik, dan otomasi). BDLtech akan mencakup bidang usaha riset teknologi dengan sasaran lingkup Pendidikan dan Hankam (Pertahanan dan Keamanan).

  Nusantara news  

Lahan Properti Reklamasi Disarankan Untuk Pangkalan Militer TNI

http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/pulau-hasil-reklamasi-di-teluk-jakarta_20170222_180904.jpgLahan Properti Reklamasi ☆

Polemik reklamasi Pantai Utara Jakarta belum juga selesai. Baik dari pemerintah pusat dan daerah belum satu suara.

Direktur Eksekutif GEMITRA (Gerakan Manifestasi Rakyat) Sabam Pakpahan mengusulkan agar proyek raksasa ini disita negara.

Selanjutnya demi menjaga ekologi pantai maka sebaiknya pulau yang sudah terlanjur di reklamasi diserahkan ke TNI.

Lebih tepat kiranya reklamasi yang sudah terlanjur ditimbun tersebut dibangun pangkalan militer angkatan laut,” ujar Sabam, Sabtu (21/10/2017).

Sabam yakin pengusaha akan setuju jika investasinya di proyek properti reklamasi diserahkan kepada sektor pertahanan dan keamanan.

Karena keuntungan yang dihasilkan menurut Sabam bisa lebih besar dibandingkan properti.

Saya yakin mereka (pengembang) akan iklas. Para pengambang itu juga sudah kaya raya sehingga sekali-kali pasti mau berbakti untuk kepentingan bangsa,” ungkap Sabam.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan belum ingin membahas lanjutan proyek reklamasi.

Sementara pemerintah pusat melalui Menko Maritim Luhut Panjaitan sudah memberikan lampu hijau melanjutkan proyek reklamasi.

Tinggal sekarang ini bagaiamana pulau yang terlanjur direklamasi bisa digunakan untuk kepentingan bangsa yang lebih besar,” kata Sabam.

  Tribunnews  

Minggu, 22 Oktober 2017

Panglima TNI Ditolak Masuk AS

Jelang Konferensi Tentara Asia PasifikTNI hingga saat ini belum menerima penjelasan resmi terkait penolakan keberangkatan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk Amerika Serikat ketika hendak memenuhi undangan konferensi angkatan bersenjata se Asia Pasifik. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto.

"Pertemuan angkatan bersenjata se-Asia Pasifik, ada sekitar 78 perwakilan," kata Wuryanto saat menggelar konferensi pers di kantor Panglima TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (22/10).

Gatot rencananya akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang dilaksanakan pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.

Wuryanto mengatakan, Gatot menerima undangan itu secara resmi yang dikirim oleh Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Durford, Jr. Setelah menerima surat itu, Gatot membalas surat tersebut dan mengkonfimasi kehadirannya sebagai bentuk penghargaan dan perhatian.

"Jenderal Gatot Nurmantyo diundang ke sana atas nama Panglima TNI, beliau utusan pemerintah RI," kata Wuryanto.

Selain atas undangan Pangab AS, Wuryanto menambahkan, kepergian Gatot ke Amerika juga didasari hubungan baik kedua negara serta hubungan baik antara Pangab AS dan Panglima TNI.

Panglima TNI mengirim surat balasan tersebut, karena menghormati Jenderal Joseph F. Durford, Jr. yang merupakan sahabat sekaligus senior Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,” kata Wuryanto.

Atas kejadian itu, kata Wuryanto, Gatot tidak akan pergi ke Amerika Serikat sebelum ada penjelasan resmi dari pemerintah setempat atas insiden penolakan dirinya masuk ke negeri Paman Sam.

"Oleh sebab itu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi memutuskan tidak akan menghadiri undangan Pangab Amerika Serikat sampai ada penjelesan resmi dari pihak Amerika,” kata Wuryanto. (pmg)

 AS Belum Respons TNI 

Tentara Nasional Indonesia menyatakan hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penolakan keberangkatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan rombongan delegasi untuk memasuki wilayah AS.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Wuryanto, menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat resmi guna meminta penjelasan tersebut, yang ditujukan ke pemerintah AS dan khususnya Panglima Angkatan Bersenjata AS.

"Sampai saat ini belum ada balasan maupun penjelasan resmi dari Panglima AS. Kami sedang minta penjelasan, kenapa? Sebabnya apa?" ujar Wuryanto saat konferensi pers, Minggu (22/10).

Wuryanto memastikan, belum ada komunikasi lanjutan antara Panglima TNI Gatot dengan pemerintah maupun Panglima Angkatan Bersenjata AS, setelah penolakan ini.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, pemerintah Indonesia juga telah mengirimkan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi kepada pemerintah AS. Sayang, hingga saat ini belum ada balasan tersebut.

Kendati begitu, Wuryanto memastikan hubungan antara pemerintah Indonesia dengan AS baik-baik saja, begitu pula dengan hubungan pribadi antara Panglima TNI Gatot dengan Panglima Angkatan Bersenjata AS.

"Hubungan pribadi antar Panglima TNI dan Panglima Bersenjata AS itu sangat baik, tapi sampai saat ini belum ada penjelasan," imbuhnya.

Wuryanto memastikan penolakan itu tak dilandasi pada kurangnya kelengkapan administrasi dari delegasi Indonesia yang dipimpin Gatot.

Seluruh persoalan adminstrasi, mulai dari visa sampai restu dari Presiden Joko Widodo telah dikantongi Gatot. "Jadi, beliau adalah utusan dari pemerintah Republik Indonesia. Jadi, keberangkaan ke sana atas perintah Presiden," jelasnya.

Sebelumnya, pihak maskapai penerbangan Emirates EK 0357 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng menolak keberangkatan Gatot ke Negeri Paman Sam. Namun, tak diberikan keterangan jelas terkait penolakan itu.

Padahal, Gatot bersama istrinya dijadwalkan pergi ke AS demi memenuhi undangan dari Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Durford, Jr. untuk menghadiri acara konferensi bernama Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations (VEOs) di Washington pada 23-24 Oktober mendatang. (gil)


   CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...