Jumat, 28 April 2017

Perang Elektronika Itu Ibarat “Ilmu Setan”

https://3.bp.blogspot.com/-uR4SNrkQnMU/V0MefDoxxUI/AAAAAAAArxs/1XkqfJN6hksgEXfST3hoZbYULnxZXETTwCLcB/s1600/1989865.jpgC295 AEW  [Planespotters]

Bicara tentang perang elektronika (electronic warfare) itu ibarat ilmu setan, tidak ada wujudnya namun bisa langsung dirasakan dampaknya. Dengan basis teknologi elektromagnet, implementasi peperangan elektonik dapat diwujudkan dalam banyak hal, bahkan ke sesuatu yang belum dibayangkan sebelumnya. Ketika sebuah rudal jelajah berhasil menerjang ke jantung pertahanan lawan, bukan berarti prosesnya instant, unit electronic warfare di laut dan udara harus berjibaku untuk ‘membutakan’ kemampuan deteksi radar musuh, dan masih banyak aktivitas lain yang terkait kerja intelijen.

Perang elektronik yang diumpamakan sebagai ilmu setan dituturkan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Elekronika (Kadiskomlek) TNI AU Marsma TNI Wishnu Sukardjo saat menjadi pembicara dalam seminar “Achieving Defence Superiority Through Electronic Warfare Technology” di Gedung BBPT, Jakarta (27/4/2017). Meski peran electronic warfare tak bisa dikesampingkan, bahkan menjadi unsur dominan dalam setiap babak pertempuran, tapi ironis pengembangan unsur perang elekronik (pernika) belum menjadi prioritas utama di lingkup TNI. Kesan bahwa pernika adalah sesuatu yang mahal, terlebih bicara komponen (hardware) yang masih berpangku pada produk impor.

Salah satu turunan dari elemen pernika adalah pengadaan radar pertahanan udara untuk Kohanudnas. “Dari empat unit radar baru yang tempo hari dicanangkan, saat ini baru dua unit yang berhasil direalisasi,” ujar Wishnu. Perwira tinggi bintang satu ini juga menyorot pentingnya kehadiran pesawat intai berkemampuan AEW (Active Early Warning) yang sudah lebih dulu dimiliki Thailand dan Singapura. “Kami telah memberikan spesifikasi teknis standar yang dibutuhkan kepada pemangku kebijakan, tapi semuanya ya kembali ke pemilik anggaran,” tambah Wishnu yang menganalogikan pernika di Indonesia ibarat “Daun Salam” dalam masakan, hanya dicemplungkan sebentar, setelah itu dibuang.

http://1.bp.blogspot.com/-N5pU5iDHEjc/US4HmQ1ICQI/AAAAAAAAYAk/uMbvI-4vMPs/s1600/len.jpgGuna menyiasati tingginya biaya implementasi pernika, TNI beberapa tahun belakangan telah bekerjasama dengan BUMN Strategis untuk mewujudkan kemandirian pada electronic warfare. Satu contoh berhasil ditunjukkan PT Len yang berhasil meluncurkan tools IFF (Identification Friend or Foe) untuk kebutuhan pesawat udara TNI AU dan kapal perang TNI AL. Dalam tataran mitra perusahaan swasta, PT Hariff Daya Tunggal Engineering bersama Litbang TNI AD juga berhasil menghadikan model Battlefield Management System yang digunakan satuan kavaleri dan infanteri.

Karena adaptasi dan kemajuan teknologi pernika berasal dari luar negeri, maka guna mewujudkan kemandiran pernika mutlak membutuhkan ToT (Transfer of Technology). Diantara mitra pemasok alutsista TNI, Saab dari Swedia lewat diskusi menawarkan solusi jangka panjang untuk membangun electronic warfare yang terpadu, berkesinambungan dan dukungan penuh pada industri lokal. Geoff Van Hees, Director Marketing & Sales Saab Asia Pacific yang ikut berbicara dalam seminar menyebut bahwa sebelum bicara detail tentang solusi pernika yang akan ditawarkan, lebih tepat bila negara telah merumuskan arah dan kebijakan strategis mengenai electronic warfare yang akan dibangun. (Haryo Adjie)

  Indo Militer  

TNI Siapkan Satuan Tugas Zeni ke Afrika Tengah

http://channel-indonesia.com/wp-content/uploads/2016/10/IMG_4769.jpgPrajurit Konga XXXVII-C/Minusca di Afrika Tengah (Chanel Indonesia)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XXXVII-D/Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic (Minusca) sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian dunia PBB.

"Hal itu untuk menggantikan Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-C/Minusca yang akan berakhir masa tugasnya," kata Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Brigadir Jenderal TNI Ahmad Marzuki, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis.

Marzuki mengatakan para prajurit satuan tugas itu disiapkan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI dengan silabus yang memenuhi standar penugasan.

"Personel Satgas harus memahami karakterisitik wilayah Afrika yang tentu saja berbeda dengan negara kita, baik dari sudut geografis, demografis maupun kondisi sosial budayanya," katanya.

Semua materi yang diberikan kepada peserta PDT, kata Marzuki, merupakan bekal persiapan yang dirancang sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan prosedur operasi standar dan aturan pelibatan.

  ⚓ antara  

Kamis, 27 April 2017

Panglima TNI Tinjau Skadron Tempur Lanud Roesmin Nurjadin

✬ Lanud akan ditingkatkan https://www.beritalima.com/wp-content/uploads/2017/04/IMG_7287.jpgKunjungan Panglima di Skadron 16 [Berita Lima]

Panglima Tentara Nasional Indoesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo meninjau Skadron 16 dan Skadron 12 di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Koordinator Staf Ahli Panglima TNI Mayjen TNI Nurendi M.Si (Han) dan Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyck Pusung tiba di Lanud Roesmin Nurjadin menggunakan pesawat Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara (AU).

Rombongan kemudian langsung mengunjungi skadron tempur yang diperkuat jet tempur F16 dan Hawk 100/200 tersebut didampingi Panglima Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan Mayjen TNI Soemantri, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Henri Alfiandi, Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Abdul Karim, dan Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain.

Panglima TNI juga menemui lebih dari 1.000 prajurit TNI di hanggar Charlie Lanud Roesmin Nurjadin. Usai memberikan pengarahan, Panglima sempat melakukan pertemuan singkat secara tertutup di Gedung Arjuna Lanud Roesmin Nurjadin sebelum melanjutkan perjalanan ke Lanud Supadio, Pontianak.

Marsekal Pertama Henri Alfiandi mengatakan Panglima TNI menginginkan agar fasilitas pendukung Lanud Roesmin Nurjadin dapat ditingkatkan, antara lain ruang istirahat bagi prajurit penerbang skadron 16 dan 12.

"Beliau terkesan normal, tapi perlu ditingkatkan. Artinya, bukan kurang, tapi perlu ditingkatkan, khususnya tempat istirahat," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, Panglima TNI juga mengatakan akan melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Lanud Roesmin Nurjadin, karena selaras dengan Nawacita dari Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), salah satunya adalah mewujudkan poros maritim.

Dalam pengarahannya kepada ribuan prajurit TNI di Hanggar Charlie, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menekankan pentingnya menjaga nama baik TNI agar selalu dicintai masyarakat.

Panglima TNI juga menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada prajurit TNI atas dedikasi dan loyalitas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pengarahan kepada seluruh prajurit TNI, yang intinya adalah rasa terima kasih karena telah bekerja begitu hebat menjaga kedaulatan NKRI, karena ke depan tantangan akan lebih kompleks," demikian Marsekal Pertama Henri Alfiandi.

 Skadron Udara 12 dan 16 siaga 24 jam 

Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyinggung situasi memanasnya semenanjung Korea, saat berkunjung ke Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis, (27/4/2017).

"Jelas ada (hubungan dengan memanasnya semenanjung Korea). Karena beliau juga menyinggung," kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi di Pekanbaru.

Danlanud menjelaskan itu saat ditanya wartawan terkait salah satu poin kunjungan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ke Lanud Roesmin Nurjadin hari ini.

Selain ke Lanud Roesmin Nurjadin, Panglima juga dijadwalkan mengunjungi Lanud Supadio Pontianak, Lanud Sultan Hasanuddin Makassar dan Lanud Iswahyudi Madiun. Seluruh rangkaian kunjungan itu rencananya dilakukan hari ini.

Henri mengatakan Panglima menginginkan agar seluruh prajurit TNI untuk selalu siap terkait ketegangan antara Washington dan Pyongyang dalam beberapa pekan terakhir.

"Kalau dikaitkan (situasi semenanjung Korea) tentu pasti. Mudah-mudahan kita juga tidak ingin ada konflik besar, karena ini menyangkut ekonomi kita juga," ujarnya.

Khusus di Lanud Roesmin Nurjadin, Panglima menginginkan agar seluruh penerbang pesawat tempur Skadron Udara 12 dan 16 siaga 24 jam.

Salah satunya dengan meningkatkan fasilitas penunjang bagi penerbang berupa ruang istirahat, sehingga prajurit merasa nyaman untuk "standy scramble alert". Selain itu, Panglima juga mendorong penambahan panjang landasan pacu Lanud Roesmin Nurjadin sehingga pesawat tempur dapat beroperasi secara maksimal.

Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya pangkalan militer yang dilengkapi dengan dua Skadron Udara di Pulau Sumatera, yakni Skadron 16 dan 12. Hingga kini, F16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200 masih menjadi tulang punggung TNI AU sebagai pengawal Ibu Pertiwi.

  ⚓ antara  

Kasau Sampaikan Pandangan Kebijakan TNI AU Pada Rakornas PPAU

✬ Pada pembangunan Renstra Tahun 2015-2019 akan ada penambahan beberapa alutsista diantaranya 8 Pesawat Pengganti F5, 4 Pesawat Angkut Berat, 4 Pesawat Multi Purpose, 2 Pesawat Jet Multirole, 2 Pesawat AEW&C serta penambahan beberapa radar. https://1.bp.blogspot.com/-PHqyfccc1-s/WO0QYJY5sFI/AAAAAAAAKK0/yllJQC0xLG81twxlV-mW_WLKtJdNDLj2gCLcB/s1600/6929559_su%2Bthe%2Bnational.jpgSukhoi TNI AU [The National]

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S,IP memberikan penyampaian pandangan tentang Pembangunan dan Kebijakan TNI AU ke depan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) di Gedung Sabang Merauke Akademi Angkatan Udara, Selasa (25/4).

Kegiatan penyampaian pandangan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPAU Marsekal Purn Djoko Suyanto beserta seluruh pengurus pusat dan Rakornas PPAU yang berjumlah 200 orang, para Asisten Kasau, para Pejabat Mabesau, Pejabat AAU dan Lanud Adisutjipto, para siswa Sekbang serta Taruna Taruni AAU.

http://1.bp.blogspot.com/-wqJoQYoG2xg/UtyFEoXTBCI/AAAAAAAACf8/wtySNVJl-5g/s1600/C295AEW.jpgC295 AEW [google]

Dalam Penyampaian Pandangan tersebut Kasau menyampaikan bahwa membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan adalah pertama tama, dan tahap utamanya adalah membangun jiwa. Mencermati hal tersebut, jiwa prajurit penjaga dirgantara bukan hanya pintar tapi harus dilandasi dengan jiwa ksatria, militan, loyal dan professional, yang dirangkum sebagai jiwa Airmanship.

Dilandasi Jiwa Ksatria, Militan, Loyal dan Professional, TNI Angkatan Udara Bersama Rakyat Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,“ tegasnya.

https://airbusdefenceandspace.com/wp-content/uploads/2016/12/17.-a330-mrtt-refuelling-f-16.jpgA330 MRTT [Airbusdefenceandspace]

Kasau juga menambahkan bahwa saat ini, wilayah udara bukan lagi lahan kosong yang tidak bermakna, melainkan menjadi bagian wilayah yang sangat menentukan bagi kedaulatan suatu negara, kepentingan nasional dan kelangsungan hidup suatu bangsa. Pada pembangunan Renstra Tahun 2015-2019 akan ada penambahan beberapa alutsista diantaranya 8 Pesawat Pengganti F5, 4 Pesawat Angkut Berat, 4 Pesawat Multi Purpose, 2 Pesawat Jet Multirole, 2 Pesawat AE W&C serta penambahan beberapa radar.

Bercermin dari hal tersebut, TNI Angkatan Udara perlu ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional dengan mencanangkan tol udara, sehingga penetapan satu harga diseluruh Indonesia bisa terwujud. Itulah makna TNI Angkatan Udara bersama rakyat yang kehadirannya bisa dirasakan secara langsung, baik dalam aspek pertahanan maupun pembangunan untuk kesejahteraan bangsa.

https://img.planespotters.net/photo/317000/original/rf-32767-russia-ministry-of-emergency-situations-emercom-beriev-be-200-chs_PlanespottersNet_317685.jpgBe200 [planespotters]

Selain itu TNI AU juga terus mendukung kebijakan nawacita yaitu mengenai kebijakan Indonesia sebagai poros maritim dunia yaitu Pertama Menghadirkan Kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara . Kedua Membuat pemerintahan dengan tata kelola yang bersih, efektif dan efisien, demokratis dan terpercaya, yang Ketiga Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. Untuk itu Kasau sangat berharap PPAU selaku senior dan sesepuh TNI AU terus membrikan support dan saran untuk kemajuan TNI AU di masa mendatang karena sejatinya Jiwa seorang Tentara dan penjaga Dirgantara akan selalu ada dalam setiap sanubari insan dirgantara, pungkasnya.

Acara Rakornas PPAU akan berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 25-26 April 2017 di AAU, dan diawali dengan kegiatan Gowes dari Purnawirawan AAU sejumlah 20 orang yang ditempuh selama 3 hari sejauh 600 km dari Jakarta ke Jogja dan kegiatan Makan siang Kasau beserta seluruh peserta Rakornas PPAU dan para Pejabat Lanud dan AAU.

  ⚓ TNI AU  

640 Prajurit TN AD Dilantik Jadi Pasukan Raider

Ilustrasi

Sebanyak 640 prajurit TNI Angkatan Darat dilantik sebagai Pasukan Raider Batalyon Infanteri Raider 408/Suhbrasta, Komando Resor Militer 074/Warastrama, Komando Daerah Militer IV/Diponegoro.

Pelantikan tersebut dilakukan Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman saat menutup Latihan Pembentukan Batalyon Infanteri Raider 408/Suhbrasta di Lapangan Kesatriaan Amirul Isnaeni Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono menyampaikan terima kasih kepada Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus beserta jajarannya, khususnya Komandan Pusdiklatpassus dan seluruh penyelenggara latihan, pelatih, serta pendukung atas kerja kerasnya dalam pembentukan Yonif Raider 408/Suhbrasta menjadi Pasukan Raider yang tangguh.

"Pembentukan Yonif Raider 408/Suhbrasta ini merupakan bagian dari program pembentukan seluruh Yonif Infanteri Nonmekanis di jajaran TNI AD menjadi Yonif Raider. Kerja keras kalian dalam melatih, mendidik, dan membina para prajurit ini adalah sumbangsih yang nyata dalam membangun TNI AD yang profesional," katanya.

Sementara kepada 640 mantan peserta latihan, dia mengharapkan kualifikasi Raider yang telah disandang, tidak hanya memberikan kebanggaan dan rasa percaya diri, namun juga menambah profesionalisme sehingga mampu dan berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas yang diemban di masa depan.

Ia mengatakan lingkungan strategis dan teknologi saat ini berkembang sangat dinamis.

"Hal ini tentunya berdampak pada semakin beratnya ancaman dan tantangan yang dihadapi oleh negara-negara di dunia dalam menjaga keamanan dan mempertahankan kedaulatan negaranya masing-masing," katanya.

Sebagai konsekuensinya, kata dia, konsep peperangan juga ikut berkembang.

Oleh karena itu, lanjut dia, TNI AD terus berupaya mengembangkan organisasi, doktrin, alat utama sistem pertahanan (alutsista), dan kemampuan satuan-satuannya.

"Dalam rangka mewujudkan peningkatan kemampuan satuan, selain melalui perencanaan dan pelaksanaan latihan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut yang berlandaskan perkembangan ancaman dan doktrin, TNI AD juga telah merencanakan secara bertahap untuk meningkatkan kualifikasi seluruh Batalyon Infanteri di jajarannya menjadi Satuan Raider yang memiliki berbagai kemampuan bertempur secara khusus, dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD," katanya.

Dengan penyematan kualifikasi kemampuan sebagai prajurit Raider itu, kata dia, para prajurit Suhbrasta harus sudah siap untuk melaksanakan tugas-tugas dalam operasi khusus yang meliputi Operasi Raid Penghancuran dan Raid Pembebasan Tawanan, Operasi Mobil Udara, Operasi Lawan Gerilya, serta pertempuran jarak dekat di segala bentuk medan dan cuaca.

KSAD mengatakan tugas-tugas tersebut sejalan dengan peran satuan kalian yang merupakan salah satu satuan pemukul di bawah komando dan pengendalian Korem 074/Warastrama dalam mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Jawa Tengah khususnya dan Indonesia umumnya.

"Selanjutnya, saya berpesan, agar kemampuan teknik dan taktik Raider yang telah diperoleh senantiasa dipelihara dan ditingkatkan di satuan kalian sesuai dengan tantangan tugas yang terus berkembang. Prajurit Raider memiliki motto yang hebat, yaitu mampu bergerak secara cepat, tepat, dan senyap untuk mendekati, merebut dan menghancurkan sasaran. Tunjukkanlah bahwa itu bukan hanya sekadar motto, buktikan dalam keberhasilan setiap pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada kalian," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, teruslah belajar dan berlatih agar menjadi prajurit Raider yang profesional, andal, dan tangguh.

"Namun, di balik kehebatan kalian sebagai Pasukan Raider, saya juga berpesan agar kualifikasi Raider yang telah kalian raih melalui perjuangan dan latihan keras ini, tetaplah menjadikan kalian sebagai prajurit yang rendah hati, bijaksana dan tidak arogan. Kenali dirimu dan selalu berupaya untuk memperbaiki kekurangan serta kelemahan yang ada dengan berlatih secara sungguh-sungguh untuk memperoleh kesempurnaan," tegasnya.

Ia mengatakan, program pembentukan satuan Raider tersebut masih akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Oleh karena itu, KSAD meminta agar penyelenggara latihan, pelatih, dan pendukung untuk terus mengevaluasi seluruh program latihan secara objektif dan terbuka untuk memperoleh saran dan masukan yang membangun serta gagasan dan inovasi yang akan sangat bermanfaat bagi kesempurnaan penyelenggaraan latihan berikutnya.

Usai pelantikan, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman beserta tamu undangan berkesempatan mengenakan baret dan wing kualifikasi Raider kepada para prajurit yang baru dilantik.

  ⚓ antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...