Minggu, 28 Agustus 2016

[Dunia] Kapal Patroli M58 Pertama Thailand

Selesai Ujicoba dan Siap DiserahterimakanKapal patroli RTN's M58 Laemsing (561). [Royal Thai Navy]

Galangan kapal Marsun di Samutprakarn telah menyelesaikan serangkaian ujicoba kapal patroli M58 pertama buatan dalam negeri Thailand, Laemsing (561) dipersiapkan untuk diserahterimakan ke Angkatan Laut Kerajaan Thailand, ungkap perusahaan kepada IHS Jane pada hari Jumat, 26 Agustus 2016.

Ujicoba dilakukan di Teluk Thailand pertengahan Agustus, adapun tes yang dlakukan meliputi tes kecepatan maksimum, verifikasi radius putaran, dan ujicoba lainnya, kata sumber dari perusahaan itu.

Laemsing merupakan kapal patroli terbesar yang dibangun oleh Marsun, diluncurkan pada Agustus 2015 di Thonburi Naval Dockyard milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand di Bangkok.

Kapal memiliki panjang sekitar 58 m, lebar 9,3 m, dan draft lambung 2,5 m. Ditenagai tiga mesin diesel Caterpillar tipe 3516C, dengan platform 520 ton dapat mencapai kecepatan maksimal 28 knot, dan kemampuan jelajah 2.500 NM pada kecepatan 15 knot.

Meriam utama Oto Melara kaliber 76/62 mm, sebuah meriam dibelakang dengan kaliber 30 mm, dan dua buah senapan mesin kaliber 12,7 mm.

Laemsing dijadwalkan diserahterimakan kepada Angkatan Laut Kerajaan Thailand akhir tahun ini. Kapal ini difungsikan sebagai pencarian dan penyelamatan, penjaga maritim, dan juga tugas-tugas pelayanan kepolisian. [IHS Jane]

  Garuda Militer  

[Foto] Meneropong KRI REM 331

Foto PKR 10514PKR (Perusak Kapal Rudal) 10514 merupakan pengembangan kapal SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) rancangan DSNS Belanda. Indonesia mendapat transfer teknologi dari Belanda setelah membeli 4 unit SIGMA corvette Diponegoro class.

Konon sewaktu memesan korvet Diponegoro class, Indonesia diberitakan akan mendapatkan transfer teknologi dari Belanda, namun nyatanya kapal Diponegoro class semuanya di produksi di Belanda.

Untuk pengadaan tambahan, Indonesia akhirnya mendapat kesepakatan untuk bisa membangun beberapa modul, dan 2 modul lainnya tetap di produksi DSNS Belanda. Pada tahun 2014, Indonesia memulai membangun kapal pertama PKR 10514 di galangan kapal PT PAL, Surabaya. Diperkirakan akhir tahun ini, kapal dengan nama KRI REM 331 sudah resmi di gunakan TNI AL.

Bila tak ada perubahan, TNI AL akan mendapatkan sekitar 20 unit PKR 10514.


Penampakan ujicoba laut kapal produksi bersama Indonesia dengan Belanda, KRI REM 331. [Baby Cebong]

Ujicoba laut PKR 10514 di laut Jawa bersama satgas KRI REM 331. [anas_nurhafidz@def.pk]

Penampakan belakang kapal produksi bersama DSNS dengan PT PAL, KRI RE Martadinata 331. [Baby Cebong]
pkr2-pt.pal.jpg

 Bonus :  Pemasangan meriam Oto Melara kaliber 76 mm pada kapal kedua Martadinata class, KRI 332 di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya. [pr1v4t33r@def.pk]
   Garuda Militer  

September Ceria

Bulan Alutsista TNI https://1.bp.blogspot.com/-0E-5ByBBUtc/V0w_pC4j6XI/AAAAAAAAIho/tKo7lv-oXgMaxeJkJmFO6xoOnCfzr6VYACPcB/s1600/leopard2.jpgMBT Leopard 2RI 

M
emasuki bulan September, TNI dipastikan bertambah persenjataannya. Minggu lalu sudah diberitakan Marinir akan mendapat mainan amfibi pengangkut pasukan baru dari Ukraina, BTR 4M. Kapal pengangkut alutsista ini dipercaya sudah menuju perairan Indonesia.

Marinir rencananya akan membeli sebanyak 50 unit ranpur BTR 4M, namun dari gambar yang telah beredar, hanya 4 unit ranfib (kendaraan amfibi) yang siap mendarat di Nusantara. Tidak jelas apakah akan ada pengadaan tambahan atau digantikan dengan ranfib jenis yang lain.

https://1.bp.blogspot.com/-S-nTIr4fpaU/V8G_-RHjrbI/AAAAAAAAI2o/kAxAr1EJCt0UHJEjY-tdunpHlD1e9Z8ywCLcB/s1600/ptdi2.jpgNampak Pesawat CN 235 MPA produksi PT DI bersama pesawat pesanan Filipina dan Thailand. [def.pk]

Selain itu kemaren tepatnya, beredar kabar dari pengamat militer di forum militer menyatakan akan ada pengirim tambahan alutsista untuk TNI AD. Berupa 40 unit M113 A1, ARV (Armoured Recovery Vehicle) 3 RI 2 unit, AVLB (Armoured Vehicle Launched Bridge) Beaver 3 unit, MBT (Main Battle Tank) Leopard RI sebanyak 16 unit. Dan kapal pengangkutnya diyakini sudah berlayar menuju Indonesia, yang diperkirakan akan sampai pada tanggal 29 Agustus ini.

Bersama PT Dirgantara Indonesia, perusahaan BUMNIS sudah menyelesaikan produksi pesawat dan helikopter untuk TNI. Untuk TNI AU akan mendapat pesawat 1 unit CN235 MPA dan sejumlah helikopter Nbell 412 EP dipersiapkan untuk TNI AD.

https://1.bp.blogspot.com/-2gzLsT21XQw/V8HAYg6GIYI/AAAAAAAAI2s/ii9vjAwci9EyK_-NFQdR_E8vwgO_KZ6zQCLcB/s1600/heli-vvip-tni.jpgHelikopter VVIP [pr1v4t33r@def.pk]

Menariknya beredar di forum militer helikopter VVIP untuk Presiden dengan warna dasar khas KTP RI seperti pesawat kepresidenan. Diberitakan helikopter ini sebentar lagi akan menjadi kuda terbang baru Kreshna, atau umum dikenal RI1.

Dari PT Pindad dipastikan telah memproduksi Anoa dengan variasinya sebanyak 300 unit dan puluhan unit rantis Komodo.

PT PAL seolah tak mau ketinggalan akan memamerkan kapal terbarunya PKR 10514, KRI Martadinata 331, yang sekarang dalam penyelesaian ujicoba laut di timur pulau Jawa.

Bila semua telah resmi diterima, dipastikan sebagian alutsista diatas akan muncul pada parade HUT TNI bulan Oktober mendatang. Seperti tahun lalu, memasuki bulan September, alutsista baru berdatangan memenuhi gudang alutsista TNI dan merupakan bulan kegembiraan untuk semua jajaran penjaga kedaulatan Indonesia.

  Garuda Militer  

Sabtu, 27 Agustus 2016

[Video] Satu Indonesia

Wawancara bersama Panglima TNI Video ini hasil wawancara NET News bersama Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Wawancara selama 23 menit ini membahas garis besar pertahanan keamanan TNI dengan kondisi terkini. Seperti apa yang dibahas, saksikan video dibawah.

 Video dibawah dari Youtube : 


  Youtube  

Gatot Nurmantyo Perintahkan TNI AL Tindak Bajak Laut

Di Pantura http://3.bp.blogspot.com/-UvGNuB2yed4/VNtz12okH-I/AAAAAAAAGWM/I7L9LB_7uMc/s320/Kri%2B630%2BJoko%2BSulistyo.jpgIlustrasi KRI TNI AL

P
anglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan sudah memerintahkan TNI Angkatan Laut untuk menangani maraknya perompakan terhadap para nelayan di kawasan Pantai Utara. Hal itu disampaikan Gatot usai memberikan kuliah umum di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor.

"Sudah, sudah saya perintahkan TNI Angkatan Laut," kata Gatot di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/8/2016).

Menurut Panglima TNI, kapal perang akan dikerahkan untuk mengamankan situasi dan menindak tegas perompak atau bajak laut yang menyasar para nelayan Cirebon dan sekitarnya di laut Indonesia.

Para nelayan Pantura, khususnya Cirebon, Jawa Barat kini enggan mencari ikan bukan karena cuaca buruk, melainkan karena maraknya kasus perompakan dan pembajakan perahu nelayan sejak tiga bulan terakhir.

Tercatat sudah 64 kapal nelayan yang pulang dengan tangan hampa karena semua hasil tangkapan mereka dirampas perompak. Bukan hanya itu, harta benda yang mereka bawa juga ikut dirampas.

Sejumlah nelayan yang juga menjadi korban perompak dan pembajak selain dari Cirebon dan Indramayu, yakni nelayan dari Pasir Putih, Karawang, dan Tegal, Jawa Tengah.

Sementara wilayah perairan yang menjadi operasi para perompak dan pembajak yakni di Perairan Lampung dan Palembang.

Untuk wilayah Lampung biasanya perompak beroperasi di perairan Siputih, Sungai Burung, Teladas, Penet, Pelabuhan Maringgai (Lampung) dan perairan Mesuji (Perbatasan Lampung-Palembang).

Sedangkan untuk wilayah Palembang biasanya perompak beroperasi di perairan Sibur, Sumur, Ketapang, Tanjung Menjangan, Sungai Pasir sampai Sadai.

  Liputan 6  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...